09 Juni 2010

Sex Education (pendidikan seks) bagi anak-anak anda

Aku tidak membahas apakah sex education atau pendidikan seks perlu diajarkan atau tidak pada anak-anak. Tapi seiring dengan semakin cerdasnya anak-anak zaman sekarang berkat informasi yang dapat mudah diperoleh di sekitar lingkungannya, orang tua perlu juga mengetahui bagaimana cara mengajarkan, menjelaskan tentang seks pada anak-anaknya. Mungkin kisah-kisah berikut ini bisa mengilhami orang tua bagaimana menjelaskan seks secara ..... wis, baca aja sendiri, ya!

Seorang ibu mengajak anak perempuannya yang masih kecil mengunjungi museum terkenal "Night At Museum 3" ( haha ngarang... ) dan saat mereka berdua melihat patung pria tanpa busana.
'Apa itu, Ma? tanya si kecil sambil menunjuk ke penis patung tersebut.
'Bukan, bukan apa-apa, sayang,' jawab si ibu.
'Aku ingin punya satu,' kata si anak.
Si ibu mencoba mengalihkan perhatian putrinya ke objek yang lebih pantas, tapi anak kecil itu terus ngotot. 'Aku ingin punya satu yang seperti itu,' ia katakan berulang-ulang. Akhirnya si ibu menjawab, 'Jika kau perempuan yang baik dan berhenti memikirkan hal itu sekarang, ketika kau besar nanti, kau akan mempunyai satu yang seperti itu.'
'Dan jika aku tidak baik?' tanya si anak.
'Maka,' si ibu mengeluh, 'kau akan mempunyai lebih banyak lagi.'


ANATOMI KELAMIN MANUSIA
Sebuah keluarga berkumpul duduk di meja makan. Anak laki-lakinya bertanya kepada ayahnya, 'Ayah, berapa macam payudara di dunia ini?
Ayah terkejut, lalu menjawab, 'Begini, anakku, ada tiga macam payudara. Saat berumur 20 tahunan, payudara perempuan seperti buah melon, bulat dan berbentuk. Saat berumur 30-40 tahun, payudara seperti buah pir, masih indah namun sedikit menggantung. Setelah berumur 50 tahunan, payudara wanita hampir mirip seperti bawang merah.'
'Bawang merah?'
'Ya, kau melihatnya dan itu membuatmu menangis.'
Hal ini membuat marah si istri serta anak perempuannya sehingga si anak perempuan bertanya kepada ibunya, 'Ma, kalau penis, ada berapa macam jenis penis?'
Si ibu, terkejut, tersenyum dan menatap anak perempuannya dan menjawab, 'Sayang, semua pria pasti akan melewati 3 tahap. Pada usia 20 tahunan, penis pria seperti pohon oak, kokoh dan keras. Pada usia 30 sampai 40 tahun, menjadi mirip pohon Birch, fleksibel tapi dapat diandalkan. Selanjutnya saat menginjak usia 50 tahun, penis pria seperti pohon natal.'
'Seperti pohon natal?' kata si anak perempuan kebingungan.
'Ya, seperti pohon natal. sudah mati dari pucuk sampai akar dan bolanya hanya sebagai dekorasi semata.'

So, buatlah pendidikan seks mudah bagi anak didik anda, jika anda mau mengajarkannya.
He he he

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar