21 Juni 2010

Ketika Janggut dan Rambut Mulai Memutih

Suatu pagi setelah mandi. Ketika merapikan diri di depan cermin, tiba-tiba bola mata fokus pada sesuatu yang ada di dagu. Sesuatu yang lain jika dibandingkan dengan yang lainnya, meskipun namanya sama: Janggut. Ia lain karena warnanya berbeda. Jika yang lain berwarna hitam pekat, maka 1 lembar janggut ini berwarna lain. Warna yang sama sekali berlawanan dengan yang lainnya: Putih.
Di hari yang lain, masih depan cermin, pandangan terfokus pada beberapa lembar rambut di atas kuping. Seperti halnya janggut, rambut itu juga berwarna putih. Atau mungkin orang lebih umum menyebutnya sebagai uban.
Kata orang, rambut dan janggut yang mulai berwarna putih adalah tanda usia yang mulai memasuki "tua". Tetapi ada sebagian orang yang mengatakan bahwa rambut putih itu adalah trend. Banyak orang yang sengaja mengecat beberapa lembar rambut dan janggutnya dengan warna putih. Tujuannya satu: supaya ngetrend.
Menurut aku, memang umur seseorang tidak diukur dengan warna rambut dan janggut. Tetapi itu bisa jadi peringatan. Hati-hati, hari sudah mulai memasuki siang hari. Oleh karena itu, pekerjaan yang masih belum selesai harus segera diselesaikan.
Tapi kalau orang menilai, aku lebih suka itu dinilai sebagai trend. Bukan sebagai pertanda bahwa hari telah menjelang siang. Karena menurut aku, menyelesaikan pekerjaan tidak harus menunggu hari menjelang siang. Dari pagi, pekerjaan tetap harus dimulai dan dilakukan dengan seksama. Karena bukankah kedewasaan seseorang tidak diukur oleh usia apalagi oleh warna rambut? Tetapi lebih bagaimana ia bersikap dan menyikapi hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar