Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan

24 Agustus 2010

Lantunan-lantunan Rumi



"Kematian terburuk adalah hidup tanpa cinta" (Rumi)




Tiada tuhan selain Allah

Cinta adalah nyala yang, ketika membara, menghanguskan segalanya kecuali Sang Kekasih.
Dia menggerakkan pedang "tiada Tuhan" untuk membantai "yang selain Tuhan"
Setelah "tiada Tuhan", apalagi yang tersisa?
Masih tertinggal "selain Allah," yang lain telah lenyap. Bagus, hebat, wahai Cinta yang membakar berhala.


Muliakanlah Orang-orang Suci

Karena bangga diri dan buta hati
Seperti Iblis, manusia-manusia ini tak lagi memuliakan orang suci
Katanya, “Bagi Tuhan saja, sujud kupersembahkan.”
Padanya Adam memberikan jawaban:
“Sujud kepadaku ini untuk-Nya
Kalian melihatnya berupa dua sujud
Karena ketersesatan dan keingkaran!”
(Rumi, Diwan i Syams 9605-9606)

Jangan kau seperti Iblis,
Hanya melihat air dan lumpur ketika
memandang Adam. Lihatlah di balik lumpur,
beratus-ratus ribu taman yang indah!
(Rumi, Diwan i Syams 18226)


Kritik pada Filosof

Engkau menjadi seorang filosof tapi
engkau tidak tahu
siapa engkau
dari mana engkau datang
Hai orang bodoh!
Bila engkau tidak mengenal dirimu sendiri
Lantas, mengapa engkau membanggakan dirimu
tentang yang kau sebut ilmu pengetahuan?


Bukan Cinta yang Sejati

Sang burung terbang tinggi, sementara bayang-bayangnya meluncur di permukaan bumi, terbang seperti sang burung.
Orang dungu memburu bayang-bayang itu, berlari sampai kehabisan tenaga.
Tanpa mengetahui bahwa yang dikejarnya hanyalah pantulan dari sang burung di langit, tak menyadari sumber bayang-bayang.


Lagu keagamaan yang indah dan penuh harmoni dapat mengingatkan jiwa manusia kepada suara-suara yang pernah didengarnya di alam keabadian.

Mereka yang beriman berkata bahwa pengaruh dari
surga akan membuat setiap suara yang jelek menjadi indah
Kita semua adalah bagian Adam dan pernah mendengar
melodi-melodi tersebut di Surga
Meskipun air dan telah membungkus kita dengan keraguan,
kita masih ingat sesuatu dari suara-suara tersebut …
Suara dan lagu memperkuat gambaran dalam pikiran,
atau lebih dari itu, menjadikan gambaran-gambaran itu mempunyai bentuk.


Cinta memiliki kekuatan luar biasa dalam merubah kepribadian, perasaan dan pikiran manusia.

Karena cinta duri menjadi mawar
Karena cinta cuka menjelma anggur segar
Karena cinta pentungan menjadi mahkota penawar
Karena cinta kemalangan menjadi keberuntungan
Karena cinta rumah penjara nampak bagaikan kedai mawar
Karena cinta timbunan debu kelihatan sebagai taman
Karena cinta api berkobar menjadi cahaya menyenangkan
Karena cinta Setan berubah menjadi bidadari
Karena cinta batu keras menjadi lembut bagaikan mentega
Karena cinta duka menjadi riang gembira
Karena cinta hantu berubah menjadi malaikat
Karena cinta singa tidak menakutkan bagaikan tikus
Karena cinta sakit menjadi sehat
Karena cinta amarah berubah menjadi keramah-tamahan


Dalam mencapai kebenaran tertinggi atau kebenaran agama, jalan Cinta lebih utama dibandingkan jalan Akal atau Pengetahuan.

.. Pencinta punya pelindung dalam pembuluh darahnya,
Pencinta sibuk membicarakan Cinta yang tak dapat dibandingkan.
Kata Akal, “Rukun iman yang lima perkara sudah mencukupi, tiada lagi jalan”
Cinta menjawab, “Ada sebuah jalan, berulang kali aku melaluinya!”
Akal melihat pasar, kemudian mulai berjualan
Cinta melihat ada banyak pasar di sebalik pasar akal.
Banyak al-Hallaj mereka temui di sana, mereka meyakini jiwa cinta
Dan menolak mimbar seraya memilih tiang gantungan
Pencinta yang faqir memiliki penglihatan hati penuh pesona
Orang yang hanya mengandalkan pada akal, hatinya gelap, semua disangkalnya
Akal berkata, “ Janganlah kakimu dijejakkan di situ,
Di halaman istana hanya duri yang tumbuh!”
Cinta berkata, “Duri-duri ini semuanya milik akal yang bersarang dalam dirimu!”
Wspadalah dan diam, buanglah duri kehidupan dari telapak kaki!
Supaya kau mendapat pelindung di dalam dirimu.
Shamsi Tabriz! Kaulah matahari dalam awan kata-kata;
Apabila matahari terbit, maka setiap kata pun sirna!


Kerinduan segala sesuatu kepada asal-usulnya atau permulaan kejadian dirinya bersifat kodrati.

Hasrat tubuh akan padang hijau dan air memancur
Terbit karena ia (Adam) berasal dari tempat itu (Taman Eden)
Kerinduan jiwa kepada Kehidupan dan Yang Maha Hidup
Terbit karena ia berasal dari Jiwa Abadi


Cinta Wanita

Dilihat secara lahir kaulah yang mengatur isterimu
Secara batin dia yang kauhasratkan yang mengaturmu.
Inilah kelebihan manusia: Cinta hewan tidak besar
Dan itu merupakan bukti bahwa martabatnya rendah.

Nabi pernah bersabda: Wanita mengungguli orang arif
Sedangkan lelaki sesat dapat mengalahkan wanita:
Sebab dalam diri lelaki yang sesat
Melekat kekejian seekor binatang buas.

Cinta dan kelembutan adalah sifat sejati manusia
Nafsu angkara adalah sifat binatang.
Wanita adalah seberkas sinar Ilahi: ia bukanlah
Kekasih para lelaki yang berwatak hewani
.
Wanita penuh daya cipta: Hanya saja kau
Menghina karena memandang sebaliknya.


Hawa Nafsu

Hawa nafsumu ialah ibu semua berhala:
Berhala benda ialah ular, berhala jiwa adalah ular naga.
Menghancurkan berhala itu mudah: Namun menganggap mudah
Mengalahkan hawa nafsu adalah tolol.

O Anakku, jika bentuk hawa nafsu ingin kaukenal
Bacalah uraian tentang Neraka dan tujuh pintunya.
Dari hawa nafsu setiap saat bermunculan ratusan tipu muslihat;
Dan dari setiap tipu muslihat seratus Fir`aun
Dan balanteranya terjerumus ke dalam jurang.


Mudah dan Sukar


Ketika kaumulai menaruh muatan di kapal, yakinlah bahaya pasti sedang melintang
Kau tak tahu apakah kapal akan karam atau selamat tiba di daratan
Jika kau berkata, “Tak mau aku berangkat sebelum pasti tentang nasibku.”
Maka kau takkan pergi berdagang: rahasia untung dan rugi takkan terungkap bagimu.
Pedagang yang berhati lemah takkan merasakan hikmah dari untung dan rugi
Malahan dia merugi: Seseorang harus menyalakan api agar memperoleh cahaya.
Karena semua kejadian berjalan di atas harapan, dan tujuan terbaik harapan ialah iman –
Maka hanya dengan Iman kau akan memperoleh keselamatan.


Tidak Lahir

Andai ada yang mengatakan kepada benih dalam rahim,
“Di luar sana ada sebuah dunia yang sangat teratur,
Sebuah dunia yang menyenangkan, luas,
Penuh kesenangan dan banyak makanan;

Gunung, lautan, lembah, taman-taman
Harum semerbak dan sawah ladang ada semua di sana;
Langitnya tinggi menjulang dan terang benderang pula;
Sinar matahari, cahaya bulan dan bintang-bintang tak tepermanai;

Keajaibannya tak dapat dilukiskan;
Namun mengapa kau mau tinggal
Dan minum darah dalam periuk
Yang kotor dan begitu gelap seperti ini?”

Benih, sebagaimana layaknya benih,
Tentu akan memalingkan muka, tak percaya;
Demikian perumpamaan orang buta
Ia tak punya khalayan dan angan-angan sama sekali

Begitu pula, apabila ada seorang arif di dunia ini
Menceritakan dunia yang bebas dari wewangian dan warna.
Tak akan ada satu orang bodoh pun mau mendengar
Mereka terhalang oleh hawa nafsunya sendiri.

Begitu pun dengan benih yang selalu haus akan darah
Sebab darahlah yang mengasuhnya di alam yang hina
Dan darah pula yang mencegahnya melihat dunia yang sebenarnya
Karena itu semenjak saat itu makanannya tak ada selain darah.


Kejahatan dalam Diri Kita

Singa pergi ke sumur untuk menangkap musuhnya
Mengikuti jejak Kelinci yang akan menunjukkan pesaingnya singa yang lain
Mereka lari kencang untuk menemui saingan si raja hutan .
Singa tak sadar musuh yang dilihatnya di sumur adalah bayang-bayangnya sendiri:
Dalam air tampak wajah seekor singa dengan kelinci gemuk di sampingnya
Tak berapa setelah ia mengamati musuhnya dengan teliti
Ia pun lupa kepada si kelinci yang berdiri di sampingnya
Singa melompat untuk menerkam pesaingnya di dalam sumur
Ia jatuh dan tenggelam dalam lubang yang dikhayalkannya sendiri:
Kejahatan dirinya yang telah menerkam dan menyergap kepalanya.
Pembaca, berapa banyak kejahatan kaulihat dalam diri orang lain
Padahal semua itu tak lebih adalah pantulan sifat-sifatmu sendiri!
Dalam diri orang lain sifat dan tabiat burukmu tampak dengan jelas
Kemunafikan, kejahatan dan kesombongan, semuanya.
Kau tidak senang melihat kejahatan yang ada dalam dirimu
Sebab jika demikian kau akan membenci dirimu sendiri.
Bagaikan singa yang menyergap bayangannya sendiri di sumur
Selama ini kau hanya menganiaya dirimu sendiri.
Apabila kau sampai ke lubuk perigi sifat-sifatmu sendiri
Kau akan tahu bahwa dosa pun banyak tersimpan dalam dirimu.


Lelaki dan Perempuan

Di jalan kebenaran pencinta tak mencari mencari apa yang tak dilihat oleh kekasihnya
Jika cahaya Cinta menerobos kalbu kita, artinya Cinta telah bersemayam di hati si dia
Bila Cinta Tuhan menyala dalam hatimu, tentu Tuhan telah mencintaimu
Suara tepukan tidak akan terdengar dari tangan yang bertepuk sebelah tangan
Tuhan telah menetapkan bahwa kita adalah pencinta satu dengan yang lain.
Karena ketentuan itulah setiap hal di muka bumi diberi pasangan
Di mata orang arif, Langit adalah lelaki dan Bumi adalah perempuan
Bumi menerima saja apa yang diturunkan Langit ke haribaan dan rahimnya
Jika bumi kurang panas, Langit mengirimkan panas
Jika bumi kurang segar, Langit menyegarkan bumi yang lembab
Langit berputar menurut sumbunya, bagaikan suami mencari nafkah bagi istrinya
Dan Bumi sibuk mengurus rumah: ia menunggui dan menyusui bayi yang dilahirkan
Perumpamaan Bumi dan Langit adalah seperti bakat dan kepandaian
Yang satu memerlukan yang lain untuk hidup dan maujud
Tanpa Bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?
Tanpa Bumi apakah Langit bisa menghasilkan air dan panas?
Ketika Tuhan meletakkan nafsu berahi ke dalam diri lelaki dan perempuan
Lihat, dunia telah berhasil diselamatkan oleh persatuan dari keduanya.
Begitulah Tuhan menanamkan keinginan dalam setiap bagian
Dari keberadaan demi bagian keberadaan yang lain
Siang dan Malam, dilihat dari luar saling bertentangan
Namun untuk mencapai tujuan yang satu, mereka saling membantu
Masing-masing saling mencinta untuk mencapai kesempurnaan
Mereka saling memerlukan agar kerja mereka sempurna
Tanpa Malam, hidup manusia tak akan membuahkan hasil, pun jika tanpa Siang.


Dia Tidak Di Tempat Lain

Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.
Dia tidak di Salib.
Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.
Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.
Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,
dan ke Kandahar Aku memandang.
Dia tidak di dataran tinggi
maupun dataran rendah. Dengan tegas,
aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).
Di sana cuma ada tempat tinggal
(legenda) burung Anqa.
Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.
Dia tidak ada di sana.
Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf
Dia ada di luar jangkauan Avicenna …
Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.
Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.
Dia tidak di tempat lain.


Aku adalah Kehidupan Kekasihku

Apa yang mesti kulakukan, O Muslim? Aku tak mengenal diriku sendiri
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Gabar, bukan Muslim
Aku bukan dari Timur, bukan dari Barat, bukan dari darat, bukan dari laut,
Aku bukan dari alam, bukan dari langit berputar,
Aku bukan dari tanah, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api,
Aku bukan dari cahaya, bukan dari debu, bukan dari wujud dan bukan dari hal
Aku bukan dari India, bukan dari Cina, bukan dari Bulgaria, bukan dari Saqsin,
Aku bukan dari Kerajaan Iraq, bukan dari negeri Khurasan.
Aku bukan dari dunia ini ataupun dari akhirat, bukan dari Surga ataupun Neraka
Aku bukan dari Adam, bukan dari Hawa, bukan dari Firdaus bukan dari Ridwan
Tempatku adalah Tanpa tempat, jejakku adalah tak berjejak
Ini bukan raga dan jiwa, sebab aku milik jiwa Kekasih
Telah ku buang anggapan ganda, kulihat dua dunia ini esa
Esa yang kucari, Esa yang kutahu, Esa yang kulihat, Esa yang ku panggil
Ia yang pertama, Ia yang terakhir, Ia yang lahir, Ia yang bathin
Tidak ada yang kuketahui kecuali :Ya Hu” dan “Ya man Hu”
Aku mabuk oleh piala Cinta, dua dunia lewat tanpa kutahu
Aku tak berbuat apa pun kecuali mabuk gila-gilaan
Kalau sekali saja aku seminit tanpa kau,
Saat itu aku pasti menyesali hidupku
Jika sekali di dunia ini aku pernah sejenak senyum,
Aku akan merambah dua dunia, aku akan menari jaya sepanjang masa.
O Syamsi Tabrizi, aku begitu mabok di dunia ini,
Tak ada yang bisa kukisahkan lagi, kecuali tentang mabuk dan gila-gilaan.


Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai

Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup. Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti. Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari. Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi. Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan. Lihatlah pepohonan ini! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan? Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati adalah melalui Kerendahan Hati. Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan : “Bukankah Aku ini Rabbmu?”


Menyatu Dalam Cinta

Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi.
Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”
Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.”
Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”
“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.
“Lalu, apa yang kau takuti?”
“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”
“Menyakiti Layla? Mana bisa? Yang dibedah badanmu.”
“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”


Kekasih

Tentang seseorang di pintu Sang Kekasih
dan mengetuk. Ada suara bertanya, “Siapa di sana?”
Dia menjawab, “Ini Aku.”
Sang suara berkata, “Tak ada ruang untuk Aku dan Kamu.”
Pintu tetap tertutup
Setelah setahun kesunyian dan kehilangan, dia kembali
dan mengetuk lagi. Suara dari dalam bertanya, “Siapa di sana?”
Dia berkata, “Inilah Engkau.”
Maka, sang pintu pun terbuka untuknya.


Hikmah Kesengsaraan

Lihatlah buncis dalam periuk,
betapa ia meloncat-loncat selama menjadi sasaran api.
Ketika direbus, ia selalu timbul ke permukaan,
merintih terus-menerus tiada henti,
"Mengapa engkau letakkan api di bawahku? Engkau membeliku:
mengapa kini kau siksa aku seperti ini?
Sang isteri memukulnya dengan penyendok.
"Sekarang," katanya,
"Jadi benar-benar matanglah kau dan jangan meloncat lari dari yang menyalakan api.
Aku merebusmu, namun bukan karena kau membangkitkan kebencianku;
sebaliknya, inilah yang membuatmu menjadi lebih lezat
dan menjadi gizi serta bercampur dengan jiwa yang hidup:
Kesengsaraan bukanlah penghinaan.
Ketika engkau masih hijau dan segar,
Engkau minum air di dalam kebun: air minum itu demi api ini.
Kasih Tuhan itu lebih dahulu daripada permukaan-Nya itu
Tujuannya bahwa dengan kasih-Nya engkau dapat menderita kesengsaraan.
Kasih-Nya yang mendahului permukaan-Nya itu
supaya sumber penghidupan, yang ada, dapat dihasilkan;
bahkan kemudian Tuhan Yang Maha Agung membenarkannya,
berfirman, 'Sekarang engkau telah tercuci bersih dan keluarlah dari sungai.'
teruslah, wahai buncis, terebus dalam kesengsaraan sampai wujud
ataupun diri tak tersisa padamu lagi.
Jika engkau telah terputus dari taman bumi,
engkau akan menjadi makanan dalam mulut dan masuk ke kehidupan.
Jadilah gizi, energi, dan pikiran! engkau menjadi air bersusu:
kini jadilah singa hutan!
Awalnya engkau tumbuh dari Sifat-sifat Tuhan:
kembalilah kepada Sifat-sifat-Nya!
Engkau menjadi bagian dari awan, matahari dan bintang-bintang:
engkau kan menjadi jiwa, perbuatan, perkataan, dan pikiran.
Kehidupan binatang muncul dari kematian tetumbuhan:
maka perintah, 'bunuhlah aku, wahai para teman setia,' adalah benar.
Lantaran kemenangan menanti setelah mati, kata-kata,
"lihatlah karena dibunuh aku hidup,' adalah benar."


Pengendalian Ego Imam Ali as

Belajarlah dari Ali bagaimana berperang
tanpa melibatkan ego sedikit pun di dalamnya.
Singa Allah tidak melakukan apa pun,
yang tidak bergerak bangun dari pusatnya,
yang berada jauh di dalam.

Pernah dalam suatu pertempuran,
Ali berhasil menjatuhkan seorang ksatria terbaik,
Lalu Ali menarik pedangnya,
Sang ksatria yang tak berdaya di atas permukaan tanah meludahi wajah Ali,
Ali menjatuhkan pedangnya lalu membantunya di bawah kakinya,
“Mengapa engkau tidak membunuhku?”
“Mengapa sinar terang berbalik kembali ke dalam kabutnya?
Berbicaralah, junjunganku, agar jiwaku mulai bergerak
dalam diriku bagai embrio.” (tanya si ksatria musuh Ali)

Ali diam membisu, lalu tiba-tiba menjawab,
“Aku adalah singa Allah, bukan singa hawa nafsu,
Allah-lah Tuhanku, aku tidak merindukan apa pun
selain Yang Mahaesa.
Ketika hembusan angin reaksi ego muncul,
Aku tidak terseret dalam gerakannya,
Ada banyak hembusan angin
yang penuh diliputi amarah, nafsu dan hasrat.
Tiupan angin tersebut menerbangkan sampah kotoran,
berhamburan ke sana ke mari.
Namun gunung kokoh di alam sejati,
bergeming sedikit pun dari tempatnya.

Kini tak ada yang tersisa selain sifat-sifat Allah.
datang dan masuklah ke dalam diriku
melalui jendela terbuka itu.

Kelancanganmu jauh lebih baik daripada
bentuk penghormatan apa pun,
karena saat ini aku adalah engkau dan engkau adalah aku.
Kuberikan hati yang terbuka ini,
Sebagaimana Allah memberikan rahmat dan berkah-Nya,
racun air ludahmu telah berubah menjadi madu persahabatan”
(Matsnawi, I : 3721-3750,3764,3771,3773, 3782, 3787, 3796, 3798, 3825, 3830, 3832, 3841, 3844)



Cinta
I.
Cinta mengubah kepahitan menjadi manis
tanah dan tembaga menjadi emas
yang keruh menjadi jernih
si pesakitan menjadi sembuh
penjara menjadi taman
derita menjadi nikmat
kekerasan menjadi kasih sayang

II.
Cintalah yang telah melunakkan besi
mencairkan batu
membangkitkan yang mati
meniupkan kehidupan pada jasad tak bernyawa
mengangkat hamba menjadi sang majikan

III.
Cinta bagaikan sayap
dengannya manusia terbang di angkasa
menggerakkan ikan menuju jala sang nelayan
menghantar si kaya meraih bintang di langit ketujuh
Cinta berjalan di gunung
maka gunungpun bergoyang menari

IV.
Cinta itu kekayaan sejati
takkan bersatu dengannya
singgasana raja dan sultan
siapa yang telah mencicipi
takkan ada lagi anggur yang melebihi
Cinta adalah raja diraja
kekuasaan rajapun bersujud di hadapannya
sultan dan khalifah menjadi budaknya

V.
Cinta bagaikan penyakit tanpa obat
setiap penderita meminta ditambahkan penderitaannya
dengan suka cita mereka berharap
kepedihan dan derita dilipatgandakan
Takkan ada minuman di dunia
yang manisnya melebihi racun ini
Takkan ada lagi kesehatan di dunia
yang lebih baik dari penyakit ini
Cinta memanglah penyakit
tetapi, penyakit yang menyembuhkan semua penyakit
siapa saja yang pernah mengidapnya
takkan pernah lagi menderita penyakit lain

VI.
Cinta adalah warisan Sang Adam
sedangkan kecerdikan itu barang dagangan syetan
tempat si cerdik dan bijaksana bersandar pada jiwa dan akalnya
Cinta berarti penyerahan diri
karena akal bagaikan seorang perenang
yang terkadang sampai ke tepian
sering juga tenggelam di tengah jalan
Tak sebanding dengan Cinta ini
ibarat bahtera Nuh yang terselamatkan

VII.
Tidak setiap kita berhak dicintai
karena syarat dicintai adalah akhlak dan keutamaan
namun ambil bagianmu sebagai pecinta dan nikmatillah
Jika dirimu tidak menjadi yang dicintai
maka jadilah yang mencintai


Cinta tak butuh lidah dan pena

Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang.
Namun tanpa lidah,
Cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta
Dan percintaan!


Menangislah!

Karena tangisan awan, taman pun tersenyum
Karena tangisan bayi, air susu pun mengalir

Pada suatu hari ketika bayi tahu cara, ia berkata
“Aku akan menangis agar perawat penyayang tiba”

Tidakkah kamu tahu bahwa Sang Perawat Agung
Tidak akan berikan susu jika kamu tidak meraung

Tuhan berfirman, “Menangislah sebanyak-banyaknya”
Dengarkan, anugrah Tuhan kan curahkan air susunya

Tangisan awan dan panas mentari
Adalah tiang dunia, rajutlah keduanya

Jika tak ada panas mentari dan tangisan awan
Mana mungkin bakal kembang semua badan

Mana mungkin musim silih berganti
Jika kemilau dan tangis ini berhenti

Mentari yang membakar dan awan yang menangis
Itulah yamg membuat dunia segar dan manis

Biarkan matahari kecerdasanmu terus-menerus terbakar
Biarkan matamu, seperti awan, kemilau karena airmata yang keluar

Menangislah seperti rengekan anak kecil, jangan makan rotimu
karena roti jasmanimu akan mengeringkan air ruhanimu

Ketika tubuhmu rimbun dengan dedaunan yang subur
Siang malam batang rohmu melepaskannya seperti musim gugur

Kerimbunan tubuhmu adalah kerontangan rohmu
Segeralah, jatuhkan tubuhmu, tumbuhkan rohmu!

Pinjami Tuhan, pinjamkan kerimbunan tubuhmu
Tukarkan dengan taman yang merkah dalam jiwamu

Berikan pinjaman, kurangi makanan badanmu
Biar tampaklah muka yang dulu tak terlihat matamu

Ketika badan mengeluarkan semua kotoran keji
Tuhan mengisinya dengan mutiara dan kesturi

Orang itu telah menukar kotoran dengan kesucian
Dari “Dia sucikan kamu” ia peroleh kenikmatan


Hari kesyahidan Imam Husain as (Asyura)

“Tidakkah engkau tahu bahwa hari Asyura adalah hari duka cita bagi satu jiwa yang lebih utama ketimbang seluruh abad?
Bagaimana bisa tragedi ini dianggap ringan oleh seorang Mukmin hakiki?
Kecintaan kepada anting (Husain) sama dengan kecintaan kepada telinga (Nabi Muhammad saw).
Dalam pandangan Mukmin sejati, duka cita kepada ruh murni lebih agung ketimbang ratusan banjir pada (zaman) Nuh.” (Buku Keenam, bait 790-92.)


(Dari berbagai sumber: terjemahan Abdul Hadi W. M., dll)

Menari bersama Rumi

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya!

Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepada-Nya!

Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
karena Tuhan, dengan rahmat-Nya
akan tetap menerima mata uang palsumu!

Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah
menjadi sembilan puluh sembilan saja.

Begitulah caranya!
Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayolah datang, dan datanglah lagi!
Karena Tuhan telah berfirman:
"Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepada-Ku,
karena Aku-lah jalan itu."


Alkisah, setelah mendengarkan penjelasan Rumi tentang sebuah permasalahan kepada murid-muridnya, Al-Qunawi, murid utama Ibn 'Arabi bertanya kepadanya, "Bagaimana mungkin dirimu memiliki kesanggupan untuk menjelaskan perkara metafisika yang sedemikian rumit dan mendalam dalam bahasa penyampaian yang sedemikian sederhana?" Rumi menjawab, "Bagaimana mungkin dirimu memiliki kesanggupan untuk membuat perkara yang sedemikian sederhana terdengar sedemikian rumit?". Anekdot di atas menunjukkan bahwa metode spiritual yang diajarkan Jalaluddin al-Rumi, tasawuf dengan ciri khasnya, tarian berputar, bisa memikat siapa saja yang memiliki kesanggupan untuk mengapresiasi keindahan dan musik, apapun jenjang pendidikan yang dimilikinya. Rumi menggunakan fenomena paling wajar dan pengalaman kehidupan sehari-hari sebagai tamsil untuk menjelaskan derajat tertinggi spiritual. Dia pun menggunakan istilah teknis yang luas, terutama diambil dari bahasa sehari-hari masyarakat, bukan bahasa para filosof dan teolog, meskipun ada juga beberapa bait puisinya yang sulit dimengerti.

Dialah Jalaluddin al-Rumi yang pernah diramalkan oleh Fariduddin al-Attar akan menjadi seorang sufi besar. Perubahan besar muncul dalam diri Rumi semenjak dia bertemu dengan Syams Tabrizi, sufi eksentrik. Bagaimana tidak, Syams sendiri mengakui bahwa dirinya memang dianggap aneh, tidak dapat dimengerti manusia dan di luar kebiasaan mereka, bahkan dalam satu riwayat dia mengatakan: "… Kata-kataku sedemikian tinggi sehingga untuk melihatnya, engkau harus menengadahkan kepala hingga topimu terjatuh".

Syams dibimbing untuk berjumpa dengan Rumi melalui sebuah mimpi. Syams menjelaskan keberadaan dirinya sebagai berikut:
"Aku tak punya urusan apapun di dunia ini dengan orang awam, aku tidak datang demi mereka. Aku menjadi teman setia bagi siapapun yang menuntun dunia menuju Tuhan."
"Ketika aku menjumpai Maulana, kondisi pertama yang harus ditegaskan adalah diriku tidak datang sebagai seorang syaikh. Tuhan tidak menciptakan seorang manusia di bumi ini yang dapat berlaku sebagai syaikh bagi Maulana. Demikian pula, aku datang bukan sebagai seorang murid sebab diriku telah melampaui derajat itu."
Syams juga menjelaskan hubungannya dengan Rumi melalui sebuah parabel:
"Seorang saudagar memiliki lima puluh agen yang berkelana ke setiap penjuru dan memperdagangkan barang miliknya. Namun, dia pergi mencari sebutir mutiara dan mengetahui bahwa ada seorang penyelam khusus pencari mutiara. Dia sempat berpapasan dengan sang penyelam, maka sang penyelam mencari dirinya. Mutiara itu tersembunyi di antara sang saudagar dan penyelam. Sang saudagar awalnya pernah menyaksikan mutiara itu dalam mimpi dan mempercayai mimpinya, seperti Yusuf …. Saat ini, Maulana adalah penyelam, sang saudagar adalah diriku sendiri, dan mutiara itu ada di antara kami."

Pertemuan yang kedua antara dua pencinta Tuhan ini membawa dampak besar pada diri Rumi. Dia mulai meninggalkan semua aktifitas kesehariannya sebagai guru besar di Konya, dia menanggalkan jubah kebesarannya, berhenti mengajar dan berkhutbah, dan mulai menghadiri kegiatan sama' Syams secara teratur. Perubahan ilahiah yang terjadi pada Rumi ini disadari oleh seluruh kota. Rumi menyinggung perubahan yang dijalaninya antara lain dalam bait berikut:
Dahulu, jemariku senantiasa menggenggam al-Qur'an,
tetapi kini ia menggenggam kendi Cinta.
Dahulu, mulutku penuh dengan pujian,
tetapi kini, ia hanya melantunkan puisi dan nyanyian.

Sebenarnya pengaruh kehadiran Syams pada diri Rumi tersebut diketahui pasti oleh Syams. Dia sendiri pernah mengatakan bahwa tanda bahwa seseorang telah menjadi sahabatku adalah terasa dingin pahitnya persahabatan dengan yang lain –bukan dalam taraf yang masih memungkinkan persahabatan dengan orang lain terus berlanjut meski telah dingin, melainkan dalam taraf sedemikian rupa sehingga ia tidak mampu lagi bersahabat dengan selainku.

Kesetiaan Rumi kepada Syams membangkitkan kecemburuan pada sejumlah pengikutnya. Atmosfer tak bersahabat yang akhirnya timbul membuat Syams pergi meninggalkan Konya setelah tinggal selama 16 bulan. Dalam kepedihannya, Rumi mengasingkan diri dari semua orang. Saat sepucuk surat yang dikirim Syams dari Suriah tiba, Rumi mengirimkan kepadanya sejumlah ghazal yang melukiskan keadaannya setelah ditinggal pergi oleh Syams:
Tanpa kehadiranmu, sama' adalah terlarang;
seperti halnya setan, pesta adalah kutukan.
Tanpa kehadiranmu, tak satu pun ghazal yang kutorehkan;
ketika pesanmu datang, lima atau enam bait telah kuciptakan karena kegembiraan dalam mendengarnya.

Rumi mengutus Sultan Walad, putranya kepada Syams, yang pada akhirnya kembali menetap di Konya sampai 645 H/1247-48 M, ketika Syams menghilang. Konon Syams dibunuh oleh para murid yang merasa cemburu, bahkan juga melibatkan putra Rumi sendiri, Ala' al-Din. Namun, Rumi tidak memperlihatkan tanda-tanda bahwa dia berpikir Syams telah meninggal dan tidak mengasingkan diri seperti halnya yang terjadi saat pertama kali kehilangan Syams. Sebagai gantinya, dia mencurahkan diri pada sama' dan melantunkan nyanyian kepedihan hati dan kerinduan. Dua tahun setelah kelenyapan Syams, dia mengambil kesimpulan bahwa Syams hanya akan dapat ditemukan di dalam dirinya sendiri.

Tak bisa dipungkiri, dari pribadi Syams-lah, Rumi dapat menyempurnakan kapasitas batinnya. Sebelum bertemu Syams, Rumi belajar tasawuf dari ayahnya, Baha al-Din Walad -kemungkinan besar murid dekat Najm al-Din Kubra pendiri tarikat Kubrawiyah, dan murid ayahnya, Burhan al-Din Tirmidzi. Baha al-Din Walad mempunyai kitab dari kompilasi khutbahnya, Ma'arif. Isi kitab Ma'arif sendiri bisa dikatakan lebih menekankan pada cinta dan kelembutan Tuhan. Sebaliknya, dari Maqalat milik Syams Tabrizi seakan menunjukkan aspek Maha Pemaksa Tuhan dan Keagungan-Nya. Konon Rumi senantiasa membawa Ma'arif karya ayahnya dan mempelajarinya hingga saat Syams melarangnya membaca kitab itu. Perbuatan Syams tersebut mungkin melambangkan keinginannya untuk memperkuat kapasitas batin Rumi untuk sanggup memancarkan aspek keagungan dan kekerasan Tuhan. Dari ayahnya, Rumi menyelami samudera cinta dan kelembutan Tuhan. Sedang dari Syams, Rumi mempelajari bagaimana kerasnya Tuhan, kepedihan serta kegelisahan hati akibat perpisahan. Dua hal inilah yang diperlukan bagi seorang pecinta dalam mencapai kesempurnaan spiritual. Seperti yang sering dituturkan Rumi, sebelum mencecap air segar, seekor burung tak akan menyadari bahwa dirinya hidup di atas air asin; sebelum mencecap persatuan dengan Tuhan, seorang pejalan tak akan menyadari sesungguhnya dirinya menggeletak dalam keterpisahan dengan Tuhan yang merupakan kepedihan tak terbatas.

Bagi Rumi cinta adalah jantung dan tema sentral segenap spiritualitas. Dalam nyanyiannya Rumi menceritakan pengalaman akan cinta dan menyalakan api cinta dalam hati manusia. Dia mendorong manusia untuk meninggalkan segenap kekasih yang semu dan beralih pada Kekasih yang Sejati.
Bersahabatlah dengan kami, jangan berkawan dengan orang bodoh! Jangan seperti seekor keledai –mengapakah dirimu mengendusi buntut setiap keledai betina?

Awal dan akhirmu adalah Cinta yang abadi –jangan menjadi seorang pelacur, yang mendekap lelaki yang berbeda setiap malamnya.

Tengadahkan hatimu pada Hasrat itu, yang tak akan mungkin dapat terpisahkan. Wahai manusia berhati singa, jangaan jadikan hatimu bak anjing yang berdiri di lorong-lorong.

Ketika dalam kepedihan, engkau mendamba penawar –palingkan wajahmu pada sang Penawar, jangan lagi pada ini dan itu.

Jangan seperti unta yang berlari menuju semak berduri –mengapa kauacuhkan sang taman, mata air, padang rumput, dan sungai kecil yang mengalir.

Perhatikanlah! Sang Kaisar telah mengadakan perjamuan kerajaan. Demi Tuhan, janganlah terus berlapar-lapar di tong sampah ini!

Pangeran kita, si pemain polo telah memasuki gelanggang –jadikan hatimu dan ruhmu sebagai bola yang bergulir di bawah kaki kuda-Nya!

Basuh wajahmu sebersih-bersihnya –jangan salahkan cermin! Murnikan batang emasmu –jangan salahkan neraca!

Buka bibirmu (untuk berbicara) hanya kepada Dia yang telah memberi bibir kepadamu, berlarilah hanya kepada-Nya yang telah memberi kaki kepadamu! Sadarilah bahwa wajah dan rambut terurai dari kemolekan ini hanyalah semu –jangan pernah menyebut mereka "si wajah rembulan, ikal rambut bak sutra!"

Pipi, mata, dan bibir hanya dipinjamkan pada segumpal tanah bumi –jangan terlampau berhasrat tampil menawan di depan si buta.

Keindahan Cinta memanggilmu, "Sama' akan berlangsung selamanya" –berseru dan menarilah hanya untuk memburu Keindahan itu

Jangan lagi mengucapkan kata, puisi, atau bisikan perlahan dalam bibirmu. Kata-kata adalah selubung –buatlah selembar selubung saja, jangan buat ratusan!




Rumi meninggalkan sejumlah karya, antara lain:
* Diwan i Syams i Tabrizi, terdiri dari kurang lebih 40.000 baris ghazal dan puisi. Diwan berisi puisi cinta, merayakan sukacita persatuan dengan Sang Kekasih, serta kegundahan akibat perpisahan dengan-Nya. Puisi dalam Diwan berkenaan dengan segenap periode perkembangan spiritual Rumi setelah kedatangan Syams.
* Matsnawi, yang terdiri dari 25 ribu bait puisi dalam 6 buku yang ditulis dalam jangka waktu lebih dari 16 tahun. Matsnawi memuat lebih dari 300 anekdot dan cerita panjang serta pendek yang menggambarkan berbagai macam dimensi kehidupan spiritual tasawuf.
* Fihi ma Fihi, karya prosa pendek meliputi tema yang sama dengan Matsnawi.
* Majalis Sab'ah, karya yang ditulis sebelum kedatangan Syams; sebuah karya bernada mistik, tetapi memiliki penekanan moral dan etika yang kuat.





Ekstra:
Alasan Keberadaan Kebaktian Musikal dan Tariannya


Rumi menerangkan kepada murid-muridnya alasan keberadaan kebaktian musikal dan tariannya: "Allah sangat memperhatikan masyarakat Rum. Sebagai jawaban terhadap sebuah doa(?) khalifah pertama, Abu Bakar, Allah menjadikan orang-orang Rum sebagai wadah utama curahan rahmat-Nya. Sedangkan negeri orang-orang Rum (Asia kecil) adalah negeri yang paling indah di muka bumi. Namun rakyat negeri ini benar-benar tidak memikirkan tentang betapa kayanya mencurahkan cinta kepada Allah itu, dan tidak terlintas dalam benaknya untuk menyukai kenikmatan-kenikmatan kehidupan spiritual. Yang menciptakan segala sebab mewujudkan sebuah sumber kasih sayang, dan mewujudkan suatu sarana yang menjauhkan diriku dari negeri Khurasan menuju negeri orang-orang Rum. Negeri itu dijadikan-Nya sebagai tempat tinggal bagi anak-anak dan keturunanku, agar, dengan mukjizat rahmat-Nya, tembaga keberadaan mereka diubah (dieliksir) menjadi emas dan menjadi obat, sehingga mereka masuk ke dalam jamaah para wali. Ketika aku melihat bahwa mereka tidak menyukai praktik kesahajaan religius, dan tidak mengetahui misteri-misteri Ilahi, aku berencana menciptakan teguran-teguran berirama (metrikal) dan kebaktian-kebaktian musikal, untuk mempesonakan pikiran manusia, dan lebih khusus lagi bagi orang-orang Rum, yang memiliki watak riang, dan menyukai paparan-paparan yang tajam. Anak kecil, kalau sakit, dibujuk supaya mau minum obat yang dapat menyembuhkan penyakitnya meskipun obat itu pahit rasanya. Seperti itu pula, orang-orang Rum dipandu oleh seni supaya mereka dapat merasakan lezatnya kebenaran spiritual."


Pembelaan Rumi pada Sufi-sufi Pemabuk

Rumi juga membela sufi yang ekstase seperti al-Hallaj, dan yang lain. Dia menerangkan bahwa ungkapan "Aku adalah Tuhan bukanlah pengakuan atas keagungan. Melainkan suatu kerendahan hati yang total. Seseorang yang berkata "Aku adalah hamba Tuhan" menyebutkan dua keberadaan, dirinya dan Tuhan. Sedangkan ungkapan "Aku adalah Tuhan" berarti peniadaan diri, yakni, dia menyerahkan keberadaan dirinya sebagai kekosongan. Dikatakan "Aku adalah Tuhan" bermakna "Aku tidak ada; segala sesuatu adalah Dia. Keberadaan adalah Tuhan sendiri, aku bukan keberadan sama sekali; bukan apa-apa". Pernyataan ini demikian luar biasa, lebih dari pengakuan terhadap keagungan apa pun. Sayangnya, banyak yang tidak memahami.
Rumi melukiskan pula bahwa sang sufi tersebut bagaikan sebatang besi yang karena dipanaskan dalam api menjadi merah menyala, sehingga besi itu akhirnya berkata, "Akulah api". Besi itu mempunyai warna api, meskipun ia adalah besi.

Warna besi hilang dalam warna api;
Besi membanggakan kehebatannya,
Meskipun sebenarnya ia diam
Ia menjadi mulia karena warna dan sifat dasar api;
Ia berseru, "Aku adalah api, aku adalah api."



Penyelamatan Kota Konya

Setelah Jalaluddin al-Rumi wafat, Kigatu Khan, seorang jendral Mongol akan datang menyerbu Konya, bermaksud menjarah kota itu dan membantai penduduknya. (Dia menjadi raja dari tahun 690 sampai 696 H/1290 sampai 1294 M).
Malam itu, dalam sebuah mimpi, dia melihat Jalaluddin al-Rumi mencekik lehernya, dan hampir saja dia tidak bisa bernafas, seraya berkata kepadanya: "Konya itu milikku. Apa yang kau inginkan dari penduduknya?"
Begitu sadar dari mimpinya, dia segera saja berlutut seraya memohon ampun, dan juga mencari keterangan mengenai makna mimpinya. Dia mengutus seorang duta untuk meminya izin baginya untuk masuk ke kota itu sebagai tamu baik-baik.
Ketika sampai di istana, bangsawan-bangsawan Konya berdatangan ke istananya membawa hadiah-hadiah istimewa. Ketika semuanya duduk khidmat, tiba-tiba Kigatu bergetar hebat, dan bertanya kepada salah seorang pangeran kota itu yang duduk di atas sofa di dekatnya: "Siapa kiranya orang yang duduk di sebelahmu di atas sofamu?" Pangeran itu menoleh ke kanan dan ke kiri, tetapi tidak melihat siapa-siapa. Dia segera menjawab. Kigatu menyahut: "Apa? Apa katamu? Aku melihat seorang lelaki tinggi duduk di sebelahmu. Janggutnya menggerikan, dan air mukanya pucat, surban abu-abu dan selebar kain cita wol India menutupi dadanya. Dia menatap ke arahku dengan penuh selidik."
Pangeran itu segera menduga bahwa bayangan Jalaluddin ada di sebelahnya, dan menjawab: "Mata suci yang mulia sajalah yang dapat menyaksikan hal itu. Itulah putra Bahauddin dari Balkh (sekarang ini di Afghanistan), guru kami Jalaluddin, yang dimakamkan di negeri ini."
Khan menjawab: "Semalam aku bertemu dia dalam mimpi. Dia hampir saja membuatku tidak bisa bernafas, seraya berkata kepadaku bahwa Konya itu miliknya. Nah, pangeran, aku anggap kau ayah angkatku. Aku hampir saja berniat menghancurkan kota ini. Katakan, apakah orang suci ini mempunyai putra atau keturunan yang tinggal di sini?"
Pangeran itu mengatakan kepadanya tentang Sultan Walad, yang kini menjadi syaikh kota itu, dan wali Allah yang tiada duanya. Kigatu menyatakan keinginannya untuk pergi mengunjungi sang syaikh. Pangeran itu mengantarnya dan juga bangsawan-bangsawannya pergi menemui Sultan Walad. Mereka semua menyatakan diri menjadi murid-muridnya, dan memakai surban darwisy. Sultan Walad bercerita kepada Khan sejarah terusirnya kakeknya dari Balkh, dan tentang peristiwa setelah pengusiran itu. Khan memberinya hadiah-hadiah berharga, dan menyertainya berziarah ke makam wali yang sudah tiada itu.


Konya akan Semarak


Akan tiba saatnya, ketika Konya menjadi semarak, dan makam kita tegak di jantung kota. Gelombang demi gelombang khalayak menjenguk mousoleum kita, menggemakan ucapan-ucapan kita.
Itulah ucapan Jalaluddin Rumi pada putranya, Sultan Walad, di suatu pagi. Dan waktu kemudian berlalu, melintasi tahun dan abad. Konya seakan terlelap dalam debu sejarah. Tetapi, "kota Anatolia Tengah ini tetap berdiri sebagai saksi kebenaran ucapan Rumi", tulis Talat Said Halman, peneliti karya-karya mistik Rumi.


Nyanyian-nyanyian Rumi
Bisa dilihat di sini dan di sini

(Dari berbagai sumber)

12 Mei 2010

Proses Terjadinya Tenaga Dalam

Pada dasarnya setiap orang memiliki apa yang disebut dengan tenaga dalam, hanya saja mereka tidak mengetahui bagaiman cara membangkitkan atau mengembangkannya. Tenaga dalam itu sudah ada sejak manusia dilahirkan. Tetapi tenaga itu masih pasif dan sewaktu-waktu akan bangkit bila orang tersebut dalam keadaan panik, tidur berjalan, terhipnotis atau ketakutan yang luar biasa.

Manusia memiliki unsur kimia tubuh (Body Chemistry) yang bernama ATP (Adenosin Tri Phosphate). ATP ini dapat berubah menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. Secara sederhana dapat ditulis sbb :

O2 + ATP + Glikogen Energi

ATP berfungsi sebagai energi cadangan. Misalnya, setelah kita berolahraga dan kecapaian kemudian bila diistirahatkan sejenak maka tubuh kita akan pulih kembali. Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam keadaan sehari-hari berupa panas tubuh, membantu lancarnya penyaluran adrenalin, menghidupkan kimia tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh (zat antibodi), menghidupkan aktifitas pencernaan dan menghidupkan semua aktifitas organ dalam tubuh manusia. Berdasarkan penelitian, manusia dalam kehidupan sehari-hari hanya menggunakan sekitar 2,5% dari seluruh fasilitas energi tubuhnya. Sedangkan yang 97,5% lainnya tersembunyi sebagai cadangan di ulu hati.

Permasalahannya adalah bagaiman cara mengoptimalkan dan membangkitkan energi yang tersimpan itu agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Manusia jika mampu meningkatkan kekuatannya sebesar 0,1-0,3% (sehingga menjadi 2,6-2,8%) dapat membunuh seekor kuda dalam sekali pukul atau dapat mematahkan lima batang kikir baja yang ditumpuk, memecahkan batu kali pun bukan halangan bagi yang memiliki tenaga dalam.

Tenaga dalam atau energi cadangan adalah suatu energi yang berpusat pada syaraf-syaraf di sekitar ulu hati dan setelah dibangkitkan akan berkumpul pada salah satu bagian tubuh yang disebut dengan solar plexus atau kundalini. Menurut berbagai sumber,kundalini merupakan bagian dari tubuh manusia yang berbentuk 31⁄2 lingkaran, terdapat diantara tulang ekor dan kemaluan di bawah pusar. Bentuknya seperti ular yang sedang bergulung atau melingkar. Jadi dalam hal ini perlu dijelaskan bahwa sumber tenaga dalam adalah ulu hati, bukan solar plexus seperti anggapan orang selama ini. Padahal solar plexus adalah tempat berkumpulnya energi cadangan tersebut setelah dibangkitkan.

Solar Plexus/Chakra
Satu-satunya jalan ialah dengan cara mengubah pernafasan biasa menjadi pernafasan spesial, yaitu dengan mengoptimalkan oksigen yang masuk jangan sampai terbuang percuma sedangkan untuk bagian lain harus seimbang. Untuk membangkitkan energi cadangan secara cepat, oksigen harus diputarkan secara cepat pula ke seluruh tubuh dan membuang gas beracun CO2 secara cepat. Karena itu, saat membuang nafas badan harus dikejangkan. Dengan pengejangan tubuh, oksigen akan berputar membentuk pusaran energi yang menyerap seluruh energi di tubuh yang tersebar dan tersembunyi. Sedangkan pembuangan gas beracun dilakukan dengan cara membuang nafas melalui mulut. Bila kedua hal tersebut dilakukan maka oksigen yang berputar di dalam tubuh kita adalah oksigen bersih tanpa CO2. Ini salah satu rahasia juga, mengapa orang-orang yang mempelajari tenaga dalam secara benar selalu sehat dan jarang sakit.

Fungsi dari tenaga dalam;

1. Tenaga fisik menjadi jauh lebih kuat
2. Untuk mempertajam panca indera.
3. Untuk membangkitkan indera keenam.
4. Untuk menghancurkan benda-benda keras.
5. Untuk meringankan tubuh.
6. Untuk memperkuat memori otak.
7. Untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh terhadap serangan fisik dan serangan penyakit.
8. Untuk memperkuat benda lemas.
9. Untuk Telekinetik/menggerakkan benda dari jarak jauh

12 Maret 2010

PLEIADIAN MESSAGES

Siapakah para Pleiadian?



Para Pleiadian adalah sebuah kolektif ET (extraterrestrial) yang berasal dari salah satu sistem bintang yang disebut Pleiades. Kultur Pleiades dapat dianggap sebagai sebuah kultur yang kuno, oleh karena ia tercipta jauh sebelum adanya bumi.

Mereka berasal dari suatu alam semesta yang penuh kasih. Mereka bekerja dengan ide-ide dan hal-hal yang ideal, yang bagi Makhluk Bumi merupakan suatu hal yang masih asing. Dalam hal teknologi, mereka jauh lebih maju dibandingkan dengan bumi.

Para Pleiadian menyebut diri mereka adalah keluarga kuno kita karena banyak dari kita yang datang ke Bumi berasal dari Pleiades untuk ikut berperan serta dalam suatu eksperimen baru di Bumi. Saat ini mereka berada di sini sebagai Duta dari Alam semesta lain dalam rangka membantu Bumi melewati masa-masa transisi yang sulit dari dimensi ketiga menuju yang lebih tinggi. Mereka juga membantu masing-masing dari kita dalam upaya-upaya pribadi kita agar kita terbangun mengingat kembali, serta mengetahui asal-usul kita.

Fenomena ET adalah hal yang nyata, bahwa ada banyak kehidupan lain dalam berbagai dimensinya di alam semesta ini. Mereka juga memberi informasi mengenai awal tujuan terciptanya Bumi, bagaimana dan mengapa Bumi mengalami masa-masa kegelapan, serta bagaimana Bumi dapat bangkit dari dimensi yang pekat menuju Dimensi Cahaya.

Pleiadians berasal dari sekumpulan bintang yang disebut Pleiades. Sekumpulan bintang ini adalah sekelompok kecil dari tujuh bintang yang terletak di Taurus Constellation dari Bulla; jaraknya perjalanan 500 tahun cahaya dari planet Bumi. Mereka adalah ras humanoid yang sering mengunjungi Bumi dan merupakan nenek moyang kita. The Lyrans dari Lyra adalah nenek moyang kita bersama.

Nama-nama dari tujuh bintang di sekumpulan bintang Pleiades adalah sebagai berikut: 1) Taygeta, 2) Maia, 3) Coela, 4) Atlas, 5) Merope, 6) Electra, 7) Alcoyne.

Karena banyak perang di Lyra, banyak manusia Lyrans yang mencintai damai meninggalkan tempat tinggal mereka mengendarai pesawat luar angkasanya dan pergi selama bertahun-tahun sampai mereka menemukan tujuh gugusan bintang di Pleiades. Mereka mendarat di sebuah planet yang sekarang disebut Erra, yang terletak di sekitar Pleiades Star disebut Taygeta. Di sinilah mereka mulai peradaban baru mereka pada tahun 228.000 SM

Para Pleiadian adalah ras yang sangat kuno. Mereka telah menyimpan catatan sejarah lengkap Bumi evolusi manusia sejak awal penciptaan manusia sampai saat ini. Pleiadians mengatakan Bumi kita berusia sekitar 626 miliar tahun.

Sekitar 225.000 SM, Pleiadians menemukan sistem matahari kecil dalam sebuah planet yang disebut Bumi yang menjadi salah satu misi pengintaian mereka untuk menjauh dari Pleiades. Mereka menemukan tiga jenis kelompok manusia tidak beradab yang tinggal di Bumi. Kelompok yang lebih besar berkulit terang dan mereka keturunan dari Lyran. Para Lyrans telah mendarat di Bumi sebelumnya dan dipaksa untuk tinggal di Bumi, mereka masuk ke dalam suatu siklus inkarnasi, karena perlakuan buruk mereka yang semula berkulit cokelat. Ini menjadi karma mereka. Pada saat ini, Pleiadians memutuskan untuk tinggal dan membuat kelompok masyarakat sosial di Bumi.

Federasi Galactic Pleiadians memutuskan untuk masuk ke dalam siklus inkarnasi dengan manusia di Bumi. Tempat-tempat yang dirancang bagi mereka untuk melakukan ini adalah Bali, Hawaii, Samoa, dan India. Peradaban datang dan pergi di bumi dengan banyak perang, siklus perdamaian dan bencana alam, di antara 196.000 SM dan 10 AD. Pleiadians tinggal dengan manusia di bumi sampai 10 AD, mereka berusaha untuk membantu mengembangkan berbagai peradaban seperti Lemuria, Maya, Inca dan peradaban di Machu Picchu. Mereka juga sedang berusaha untuk membimbing manusia menuju jalan yang lebih spiritual.

Pada sekitar 10 AD; Pemimpin Pleiadian di Bumi disebut Plejas, meninggalkan bumi untuk selamanya, karena pada akhirnya tercapai perdamaian di Bumi dan para Pleiadian kembali ke rumah di Pleiades. Mereka merasa sudah saatnya bagi manusia untuk berkembang sendiri. Sebelum meninggalkan Bumi, Pleiadians meninggalkan pemimpin spiritual disebut Jmmanuel, yang kemudian dikenal sebagai Yesus. Jmmanuel memiliki jiwa yang amat berkembang, ayahnya adalah Gabriel berasal dari sistem Pleiades dan Maria berasal dari keturunan Lyran.

Bumi terus berkembang dengan sendirinya tanpa kepemimpinan Pleiadian dan tetap berlangsung sampai waktu kita sekarang. Dalam waktu dekat, Bumi akan memasuki dimensi ke-5 mulai tahun 2002, dan para Pleiadian akan membantu dan membawa semua manusia di bumi menuju cahaya.

Berikut ini adalah deskripsi singkat Kebudayaan Pleiadian di planet Erra. Erra ini letaknya di sekitar bintang yang disebut Taygeta. Erra besarnya 10% lebih kecil dari Bumi. Para Pleiadians adalah Sekumpulan Dewi-Dewi (yang memuja keluarga, anak-anak, perempuan). Mereka berada pada frekuensi dimensi kelima, yang mempunyai kekuatan cinta dan kreativitas.

Sekitar 400.000 orang tinggal di Erra, dan para Pleiadian merasa itu adalah jumlah ideal untuk kesejahteraan planet mereka. Manusia Erra memiliki kemampuan telepati dan karena itu mereka tidak membutuhkan telepon. Bila mereka melakukan perjalanan antar planet, mereka menggunakan kendaraan sistem tabung. Pleiadian tergolong vegetarian, tapi kadang-kadang makan daging juga. Mereka tidak memiliki masalah medis karena mereka mengontrol kesehatan mereka dengan menggunakan kekuatan mental mereka sendiri. Usia rata-rata Pleiadian adalah 700 tahun. Kulit mereka lebih putih dan halus dari kita. Para Pleiadians tidak memiliki darah, matriks memori mereka dalam cahaya.

Para Pleiadians tidak memiliki mata uang seperti manusia bumi, mereka berbagi sumber daya planet mereka dengan semua orang. Semua barang-barang materi yang diberikan kepada orang-orang bebas, berdasarkan kontribusi mereka pada masyarakatnya.

Ketika anak-anak dilahirkan di masyarakat Pleiadian, mereka diajarkan selama sepuluh tahun untuk memahami tujuan hidup mereka. Kemudian anak-anak itu menghabiskan enam puluh sampai tujuh puluh tahun berikutnya untuk dididik dalam berbagai pekerjaan.

Kendaraan para Pleiadian dalam melakukan perjalanan antar planet disebut Beamship. Kendaraan itu memiliki ukuran yang berbeda untuk penggunaan yang berbeda. Kendaraan itu memiliki diameter sekitar 21 meter, dapat membawa beberapa orang dan memiliki kemampuan terbang antar planet. Beamship dapat melakukan perjalanan miliaran mil dalam setengah detik dan dapat melakukan perjalanan antar planet yang lebih jauh lagi. Karena kemampuan ini, perjalanan dari Erra, Pleiades ke Bumi hanya memakan waktu tujuh jam.

Pleiadians akan datang dan mendarat bersama dengan makhluk ET lain yang baik setelah ada perubahan besar di Bumi. Ketika manusia bumi sudah berada dalam dimensi ke-5 mulai tahun 2002, mereka akan datang membawa Kapal Induk untuk membantu mereka yang selamat di Bumi dengan membawa makanan dan memberikan tempat penampungan sementara. Mereka memiliki teknologi yang bisa menumbuhkan makanan dengan segera di dalam Kapal Induk mereka dengan menggunakan tanah dan benih khusus. Tanaman itu segera tumbuh dan siap dipanen segera.

Jadi, wahai manusia bumi, janganlah putus asa, bantuan akan segera datang ketika kalian membutuhkannya. Yang harus kalian lakukan sekarang adalah menjaga tubuh Anda tetap dalam frekuensi Cinta, untuk bisa naik ke dimensi kelima mulai tahun 2002. Kalian kemudian akan menjadi bagian dari Peradaban Baru Cahaya di Planet Cahaya.

Kami Berada di Sini

Kami adalah Para Pleiadian, sekumpulan energi dari Planet Pleiades. Sejarah kami amat panjang. Para leluhur kami datang dari alam lain yang telah mencapai penyempurnaan, sebuah alam semesta. Kami tengah menjalani kehidupan di sebuah planet yang hampir mencapai penyempurnaan dan kami di sini untuk membantumu dalam tugas tersebut. Penyempurnaan atau transformasi ini telah dibicarakan oleh banyak pihak selama ribuan tahun. Masa kini merupakan masa yang penting. Apa yang terjadi di Bumi saat ini akan mempengaruhi seluruh alam semesta.

Proses penyempurnaan ini menuntutmu untuk memahami siapa dirimu sehingga kamu dapat melangkah lebih jauh dalam eksperimen ini. Para Leluhur kami sebelumnya datang dari suatu alam semesta yang sudah menyempurnakan diri dan karena itulah mereka lebih dulu memahami Sang Pencipta Utama secara universal, Kausa Pertama, atau perjalanan waktu Sang Pencipta Utama. Mereka berasal dari suatu alam semesta yang telah menemukan hakikatnya --> kreativitas. Dengan menemukan hakikat tersebut, kami menemukan bahwa diri kami adalah pencipta.

Kami para Pleiadian datang dari masa depanmu. Kami ingin memasukkan kembali cahaya ke planet ini dan mengembalikan Bumi pada tujuan aslinya, yakni sebuah pusat pertukaran informasi khusus bagi antar galaksi. Jadi kami kembali pada suatu waktu di suatu tempat yang kami sebut sebagai inti atau sebuah benih demi mempengaruhi perubahan. Perubahan ini tidak hanya akan mempengaruhi Bumi, tetapi juga akan mempengaruhi masa depanmu, keadaan kami saat ini, dan keseluruhan alam semesta.

Saat informasi ini sampai kepadamu, tubuhmu harus mampu menerimanya, memaknainya, menyimpannya dan menyalurkannya kembali kepada yang lain. Banyak di antara kamu akan membangun jaringan telepatik dengan kapal-kapal induk yang berfungsi seperti stasiun radio milikmu sendiri yang memungkinkanmu mampu memperoleh informasi sewaktu-waktu.

Ini merupakan evolusi suprakesadaran, evolusi menuju aspek tertinggi dari keberadaanmu. Kamu tidak perlu cemas untuk mewujud menjadi bagian dari keberadaan tertinggi ini, sebab memang kamu sudah demikian adanya, dan hanya perlu mengingatnya kembali. Saat ini kamu tengah mengalami evolusi dengan derajat percepatan ekstrem sehingga rentang waktu setahun pada masa ini sama dengan 10 tahun atau lebih pada abad sebelumnya. Kamu akan dibanjiri ingatan, dibanjiri banyak hal lain lagi. Sebagian besar di antara kamu akan bepergian ke berbagai wilayah dalam sistem tata surya. Saat tiba pada Abad Cahaya, berbagai alam yang tidak pernah kamu ketahui sebelumnya akan terbuka.

Suatu transisi akan segera terjadi, suatu pergeseran dimensi yang akan mengurangi kepadatan dimensi ketiga sehingga kamu akan berpindah menuju dimensi yang lebih tinggi yang di dalamnya tubuh tidak harus berada dalam keadaan yang padat. Kamu berada di sini karena kamu ingin menguasai proses evolusi tersebut dan mampu hidup dengan itu. Evolusi itu akan menjadi sesuatu yang sangat menggairahkan karena berarti kamu akan sanggup hidup dalam banyak realitas.

Seluruh jawaban tertanam jauh di dalam dirimu. Akan muncul pertanyaan-pertanyaan dalam pikiranmu sehingga kamu dapat memperoleh jawabannya dari dalam dirimu sendiri. Agar kamu dapat mencapai proses ini, pertama-tama kamu harus percaya bahwa informasi tersebut tersimpan di sana.

Umat manusia kini sedang mendapatkan pembelajaran dahsyat. Isi pelajarannya tak lain adalah menyadari ketuhananmu, keterhubunganmu dengan Pencipta Utama dan dengan segala sesuatu yang ada. Pelajarannya adalah untuk menyadari bahwa segala sesuatu itu terhubung dan kamu merupakan bagian dari segala sesuatu tersebut.

Terdapat beragam kebudayaan dan masyarakat di seantero alam raya yang luas ini, dan semua telah hilang-muncul di planet ini dari sejak awal. Bukan hanya kami, para Pleiadian, yang telah datang memberikan bantuan, kami hanyalah suatu kelompok yang berasal dari tata bintang. Ada banyak makhluk lain yang telah sampai di sini dengan berbagai tujuan ke sini untuk membantu peningkatan dirimu, meskipun ada pula yang ke sini untuk alasan-alasan lain.

Sejarahmu mengalami berkali-kali masa khusus. Beribu-ribu tahun yang lalu banyak di antara kamu yang telah terlibat dengan bumi melalui energi bintang dan melalui kerja sama dengan alam yang lebih tinggi. Kamu telah mengetahui sebelumnya berbagai kesulitan yang telah dialami bumi, seperti telah berapa kali telah terjadi pergeseran bumi dan berapa kali telah datang pertolongan dari langit.

Informasi telah disimpangkan ketika mereka yang datang dari langit dengan tujuan memajukan perkembanganmu malah dijadikan tuhan-tuhan. Sebagaimana anak-anak mengidolakan orang-orang yang dapat melakukan apa yang tidak dapat mereka lakukan, begitu pula masyarakatmu telah menciptakan ketuhanan dengan metode yang sama. Konsep dibalik metode ini merupakan salah satu dari berbagai paradigma keyakinan yang akan kamu ubah sebagai tujuanmu datang ke sini. Dunia dimensi ketiga merupakan salah satu tantangan yang amat besar, sebab dunia ini memungkinkan diberlakukan berbagai model keterbatasan. Dalam berbagai keterbatasan ini, berbagai struktur dibentuk dan dalam proses pembentukan ini, kamu mencipta dan belajar bahwa kamu merupakan bagian dari Pencipta Utama dan bahwa Pencipta Utama menginginkan pengalaman.

Kamu adalah makhluk istimewa, anggota Keluarga Cahaya, dan kamu datang ke Bumi pada saat ini dengan tugas untuk melakukan pergeseran, menciptakan suatu perubahan dan untuk membantu proses transisi tersebut. Kuncinya adalah kasih. Kasihlah yang menjadi landasan keberadaan alam semesta. Teknologi yang ada di bumi saat ini hanya akan berkembang sampai tahap tertentu karena manusia belum memahami bahwa kasih itu penting. Energi dapat mewujud dalam bentuk kreativitas apa pun, tetapi pada saat seseorang dikuasai keserakahan atau kebencian atau emosi lain yang bukan bagian dari cahaya, maka hanya sebatas itulah yang mungkin dicapainya. Bagi getaran seperti itu yang terjadi hanyalah informasi. Kasih merupakan fondasi dasar sehingga bila seseorang memilih kasih, seluruh kemungkinan akan terbuka.

Mengembalikan konsep-konsep cahaya, yaitu informasi dan kasih—adalah kreativitas—itulah rencananya.

Ke manakah transisi ini akan membawamu? Kami ingin menyaksikan kamu mampu membentuk dunia secara sadar. Kamu sedang bersiap-siap untuk menanam benih dan menjadi spesies yang ditanam di banyak alam baru ketika alam-alam itu diciptakan, dan karena di dalam memorimu telah tersimpan sejarah tentang apa yang telah terjadi di Bumi, maka kamu akan mampu mengajarkan kepada yang lain dan secara sadar mengendalikan arah tujuan dunia.

Begitu pun, kamu telah diberi tahu sebelum datang ke sini bahwa akan ada banyak bantuan, pada tiap tahap memunculkan dirinya untuk memicu, menyemangati dan mengingatkanmu, bukan melakukan untukmu. Kami adalah salah satu dari pemicu tersebut, kami adalah katalisator. Saat kamu mendengar Pleiadian, kamu merasakan adanya suatu keterhubungan karena kami membantumu memunculkan informasi dan apa yang sudah kamu ketahui sendiri.

Saat pertama kali kami berbicara pada tahun 1988, kelompok kolektif kami terdiri dari lima puluh sampai tujuh puluh lima entitas, sebagian memiliki bentuk fisik, sebagian nonfisik, semuanya adalah para Pleiadian. Jumlah kami terus bertambah dan kumpulan kami saat ini terdiri dari lebih dari seratus entitas dari berbagai macam sistem. Saat ini kami dapat disebut Pleiadian Plus.

Ada beberapa pihak dalam sistemmu yang meyakini bahwa kami berada di sini untuk menyebar ketakutan, tetapi tidak demikian pandangan kami. Kami tidak berniat menakut-nakutimu, hanya ingin berbagi informasi kepadamu. Kami berharap kamu mengetahui dengan siapa kamu berhubungan. Cahaya adalah informasi, ketidaktahuan adalah kegelapan. Kami ingin kamu terang, bukan dalam kegelapan.

Kami terlibat kerja sama denganmu karena kami berharap dapat meningkatkan kesadaran kami lebih ke arah kehendak bebas dan ekspresi. Sama seperti kamu yang sedang bertugas mengubah sistem di tempatmu berada, kami pun sedang dalam tugas mengubah sistem di tempat kami berada. Kami adalah bukan tanpa tujuan. Kami ada di sini untuk memberikan bantuan, mengajar dan berevolusi sembari menjalani proses ini bersama-sama. Kami menyampaikan beberapa hal dengan versi kami hanya untuk mengarahkanmu kepada kesadaran yang lebih tinggi. Kami tidak ingin mengatakan bahwa versi ini, dan hanya versi inilah satu-satunya yang ada! seluruh pengajaran ini di rancang dengan maksud untuk mencapai tujuan yang besar dan cerita-cerita yang kami sampaikan kepadamu dirancang untuk membawamu ke wilayah kesadaran yang lebih tinggi. Inilah niat kami.

Kata-kata yang kami pilih dan konsep-konsep yang kami sampaikan merupakan pemicu terhadap kode-kode yang tersimpan jauh di dalam tubuhmu. Tubuhmu menantikan berbagai pertanyaan supaya kamu dapat mulai beresonansi dengan jawaban-jawaban yang ada di dalam dirimu, sehingga memori seluler di dalam tubuhmu dapat mulai mengingat apa yang telah mereka ketahui. Saat kami berbicara kepadamu, kamu akan mengingatnya.

Dalam berbicara kepadamu, kami berharap kamu meluaskan definisimu mengenai realitas, namun, jangan pernah menerima segala sesuatu yang kami katakan secara harfiah. Selalu ikuti garis lingkaran spiral lebih besar yang sengaja kami ciptakan yang akan memungkinkanmu melihatnya dalam gambaran yang lebih besar.

Jangan pernah membatasi diri pada apa yang kami definisikan tentang sebuah ide. Karena kami di sini hanya membuka paradigma dan menggoyangkan kurunganmu sehingga kamu mulai dapat menemukan aktivasi atas pengetahuan yang sejati, yang tersimpan dalam dirimu. Di situlah data tersebut berada, dan kami telah datang untuk mengaktifkannya.

Kami ingin mendorongmu untuk tidak terpaku pada satu ide tertentu dan juga tidak berpegang pada apa yang kamu ragukan atau yang kamu takutkan. Sadarilah bahwa saat kamu menghadapi apa yang disebut sisi gelap atau bayang-bayang diri sendiri, kamu sedang membuka peluang untuk melepaskan segala macam kecemasan. Ini kembali ke prinsip awal dan akhir: pikiran mencipta.

Apa pun situasi dirimu, kekuatan pikiranmulah yang membawa ke sana. Keyakinan teguh bahwa pikiran mencipta itulah yang akan mentransformasikan pengalaman dan keberadaanmu di planet bumi ini.

Kami menyarankan agar kamu mulai mempertanyakan siapa pun yang melebih-lebihkan dan menyampaikan kemutlakan. Penting bagimu untuk mendengarkan beragam pendapat dan cerita. Dengarkanlah cerita seseorang, kemudian lihatlah apakah itu terasa benar. Apakah itu berguna bagi diri dan peningkatan dirimu? Salah satu hal yang kami ajarkan kepadamu adalah kembali kepada diri untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Kami memberimu informasi, namun demikian semua itu terserah kepadamu untuk memutuskan apa yang harus kamu lakukan dengan informasi itu, kamulah yang bertanggung jawab atas hidupmu, bukan kami.

Kamu sendirilah yang masing-masing memilih untuk berada di sini. Kamu sedang bertugas untuk memunculkan ingatan dan mengembalikan nilai keberadaan manusia sebagai hal terpenting dalam penciptaan. Kamu dibutuhkan. Kamu sedang dilatih untuk menjalankan tugas ini dalam berkali-kali kehidupan, dan kamu datang bukan tanpa persiapan, sedang yang kamu perlu ketahui saat ini ada di dalam diri, dan sudah menjadi tugasmu untuk mengingat kembali pelatihan itu. Sesungguhnya ini bukanlah informasi baru bagimu. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, masa hidup sekarang merupakan masa kehidupan saat kamu mengingat apa yang telah kamu ketahui, dan kami di sini hanyalah mengingatkan kembali. Itulah bagian dari tugas kami.

Umat manusia merupakan sebuah eksperimen. Manusia telah dirancang seperti hanya segala sesuatu yang lain ada di dalam penciptaan. Dahulu kala Pencipta Utama memulai eksperimen penciptaannya di alam semesta ini untuk tujuan eksplorasi yang lebih besar, kepuasan diri dan ekspresi diri. Pencipta Utama membawa energi dan esensi kehidupan yang merupakan perluasan dari dirinya kepada alam semesta ini dan menganugerahinya dengan berbagai keistimewaan yang dimilikinya. Dengan bebas dan senang hati diberikannya berbagai kemampuannya. Ada banyak alam semesta lain dan berbagai cara lain dalam merancang alam semesta, namun khusus yang satu ini dirancang sebagai zona kehendak bebas tempat segala sesuatu dimungkinkan.

Pencipta Utama mengatakan kepada perluasan dirinya ini, “Pergilah dan menciptalah dan bawalah semuanya kembali kepadaku.” Tidakkah tugas ini cukup mudah? Dengan kata lain, Sang Pencipta Utama mengatakan, “Aku akan menghadiahkan diriku kepadamu. Pergilah dan berikanlah dirimu sendiri secara bebas sehingga semua yang kamu ciptakan di dalam alam semesta ini dapat memahami esensinya sebagai identitasku”

Perluasan dari Pencipta Utama ini yang akan kami sebut tuhan-tuhan, pun pergi dan mulai melakukan eksperimen dengan energi Sang Pencipta yang telah ada di dalam diri mereka. Mereka mulai menciptakan hierarki mereka, yang kemudian menciptakan hierarki berikutnya. Berturut-turut setiap hierarki menciptakan hierarki lain, untuk membantu perkembangan alam semesta ini. Pada akhirnya, di dalam salah satu sistem galaksi, terwujud sebuah rencana bersama untuk merancang Bumi sebagai pusat pertukaran informasi antar galaksi. Ini merupakan rencana yang luar biasa. Bumi merupakan tempat yang indah, berlokasi di ujung salah satu sistem galaksi dan dengan mudah dapat dicapai oleh galaksi-galaksi lain. Bumi terletak dekat dengan berbagai portal ke banyak jalan, jalan raya yang diperuntukkan bagi energi untuk bepergian ke seluruh angkasa raya.

Ada banyak tarik ulur dan ketersendatan dalam penciptaan representasi seluruh galaksi dalam bentuk individu di atas planet ini. Beberapa dari tuhan-tuhan pencipta adalah ahli genetika. Dengan berbagai hierarki yang mereka miliki mereka mampu mengikat molekul menjadi satu, menyusun kode-kode molekul identitas, frekuensi dan muatan listrik, untuk menciptakan kehidupan. Beberapa peradaban maju menyumbangkan DNA mereka agar mereka memiliki representasi sistem kode mereka di planet ini, Para ahli genetika itu kemudian merancang berbagai spesies, sebagian manusia, sebagian hewan, dengan mengutak-atik berbagai DNA yang telah disumbangkan oleh peradaban yang telah maju untuk menjadikan Bumi sebagai pusat pertukaran informasi, pusat cahaya, sebuah Perpustakaan Hidup. Rencana untuk Bumi adalah rencana besar.

Perencana Asli Bumi merupakan anggota Keluarga Cahaya, para makhluk yang bekerja dan berasosiasi dengan aspek kesadaran yang disebut Cahaya. Cahaya adalah informasi. Keluarga Cahaya menciptakan pusat informasi yang mereka susun, mereka merancang sebuah wahana tempat galaksi menyumbangkan informasi dan tempat semuanya dapat berpartisipasi serta berbagi pengetahuan khusus mereka. Bumi dimaksudkan menjadi sebuah perpustakaan kosmik, suatu tempat yang luar biasa indah yang dijadikan eksperimen bagaimana informasi dapat disimpan melalui frekuensi dan melalui proses genetika.

Di luar tatanan waktu, rentang 100.000 tahun itu dapat dilalui mungkin dalam setahun di dalam struktur waktu seperti yang kamu ketahui. Para tuhan pencipta ini tidak berada dalam waktu yang seperti kamu ketahui. Beberapa ratus ribu tahun atau sejuta tahun hanya sekejap saja bagi mereka.

Berbagai macam energi pun diciptakan. Ada spesies manusia di Bumi kira-kira berusia 500.000 tahun yang lalu yang telah mengembangkan peradaban yang sangat tinggi. Kami tidak sedang membicarakan mengenai peradaban Lemuria atau Atlantis. Bagi kami peradaan mereka itu sudah termasuk modern. Yang sedang kami bicarakan ini adalah peradaban kuno, peradaban yang terkubur di bawah permukaan es di ujung selatan kepulauan Antartika.

Proyek Perpustakaan Hidup di Bumi akhirnya diperebutkan. Bagi beberapa pihak Bumi cukup menggiurkan untuk dimiliki. Pada kurun awal sejarah Bumi, terjadi berkali-kali perang di luar angkasa untuk memperebutkan kepemilikan atas planet ini. Pernahkah kamu berpikir siapakah yang memiliki Bumi? Tempat ini dapat diibaratkan sebagai real estate yang bernilai tinggi. Apakah kamu pikir bumi akan dibiarkan tanpa pemilik di ruang angkasa raya ini?

Pertempuran pun tak terhindarkan dan Bumi menjadi ajang dualitas. Tuhan-tuhan pencipta tertentu yang memiliki hak untuk melakukan apa pun yang ingin mereka lakukan, karena Bumi merupakan zona dengan kehendak bebas, datang dan mengambil alih. Kami menyebut peristiwa ini sebagai “perampasan” atas Bumi. Mirip dengan serbuan korporasi Wall Street. Mereka menjarah bumi sekitar 300.000 tahun yang lalu, yang bila dilihat secara historis, merupakan periode waktu yang kamu namakan sebagai permulaan peradaban manusia. Itu hanyalah periode waktu yang pada masa kini diajarkan kepadamu sebagi permulaan peradaban, dalam kenyataannya, periode itu hanyalah merupakan permulaan dari fase lanjutan, fase manusia modern.

Pada saat terjadi pertempuran, sekelompok entitas tertentu berperang di luar angkasa dan memenangkan teritorial Bumi. Para Pemilik baru ini tidak ingin spesies penghuni asli Bumi yaitu manusia mendapat informasi mengenai apa yang telah terjadi. Tanpa informasi spesies ini akan lebih mudah dikontrol. Itu sebabnya mengapa cahaya merupakan informasi dan kegelapan berarti tiadanya informasi. Entitas ini mematikan cahaya dan Bumi menjadi daerah teritorial mereka. Hal ini memberimu suatu ide baru mengenai cahaya, bukan? Terjadilah berbagai tindakan yang melibatkan radioaktif dan nuklir dan sebagian besar Bumi ini hancur. Spesies asli, manusia ciptaan, mengalami malapetaka besar dan tercerai berai.

Para pencipta baru yang menjadi pemilik baru atas Bumi adalah juga para ahli genetika. Mereka paham bagaimana menciptakan kehidupan, dan mereka menginginkan teritorial ini untuk alasan-alasan mereka sendiri. Teritori diciptakan dan dijaga oleh energi-energi tertentu dengan berbagai tujuan, salah satu di antaranya adalah bahwa terdapat kesadaran di dalam segala sesuatu.

Kesadaran Terus Bertukar Informasi

Beberapa entitas, dalam proses evolusi mereka sendiri mulai menemukan bahwa saat mereka menciptakan kehidupan dan meletakkan kesadaran ke dalamnya melalui pengaturan frekuensi, mereka dapat memberikan makanan kepada diri mereka sendiri, mereka dapat membuat diri mereka sendiri hidup. Mereka mendapati bahwa inilah para Pencipta Utama menghidupi dirinya. Pencipta Utama melepaskan bagian-bagian dirinya yang lain untuk menciptakan kesadaran frekuensi elektromagnetik kesadaran sebagai sumber makanan bagi dirinya sendiri.

Para pemilik baru planet ini memiliki selera dan pilihan yang berbeda dengan para pemilik semula. Mereka hidup dari kekacauan dan ketakutan. Berbagai hal inilah yang merupakan makanan mereka, menggairahkan dan membuat mereka tetap memiliki kekuatan.

Pemilik baru yang datang ke sini 300.000 tahun yang lalu adalah para makhluk luar biasa yang dibicarakan dalam Kitab Sucimu, dalam prasasti Sumeria dan Babilonia, serta dalam berbagai teks di seluruh dunia. Mereka datang dan merancang ulang spesies manusia. Mereka merancang ulang DNA-mu agar kamu hanya dapat bergerak di dalam frekuensi tertentu yang terbatas dan frekuensi tersebut dapat memberi mereka makan dan membuat mereka tetap memiliki kekuatan.

Manusia yang asli merupakan makhluk istimewa dengan dua belas untaian DNA yang merupakan hasil sumbangan dari peradaban yang lebih maju. Pada saat ini para pemilik baru planet ini datang, mereka bekerja di laboratorium mereka dan menciptakan versi manusia dengan DNA yang berbeda, dengan hanya dua untaian DNA yang berbeda, atau DNA heliks ganda. Mereka mengambil pola DNA asli manusia ditinggalkan di dalam sel manusia, tetapi tidak berfungsi, DNA tersebut tercerai berai, tak berfungsi.

Di dalam sel-sel manusia terdapat kawat pijar yang diprogram dengan cahaya, energi yang berupa rajutan benang-benang halus yang berisikan informasi. Pada saat rajutan benang ini terjalin seperti sebuah kabel, seperti cara kerja serat optik, ia membentuk untaian DNA. Pada saat kamu dirancang ulang, kamu hanya dibekali dengan dua untaian heliks. Segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan kelangsungan hidup dan yang membuatmu hanya memiliki dua untaian DNA yang menguncimu di dalam frekuensi yang mudah dikontrol dan digerakkan.

Suatu pagar frekuensi, mirip dengan pagar berlistrik, diletakkan di sekitar planet untuk mengontrol seberapa besar frekuensi manusia dapat diatur dan diubah. Selanjutnya, pagar frekuensi ini menyulitkan frekuensi cahaya, yakni informasi untuk masuk ke dalamnya. Pada saat frekuensi cahaya dapat menembus pagar frekuensi ini tidak ada cahaya di sana yang menerimanya. DNA manusia telah tercerabut, benang-benang cahaya yang memiliki kode itu tidak lagi bekerja, sehingga sinar kosmik kreatif yang membawa cahaya tidak dapat tersambung.

Peran apa yang kamu mainkan dalam kisah ini? Kamu adalah anggota Keluarga Cahaya. Kenyataan bahwa kamu sedang membaca pesan ini menunjukkan bahwa kamu adalah Keluarga Cahaya. Bagi sebagian di antara kamu, hal ini seperti mimpi. Kami sedang mengingatkanmu mengenai apa yang kamu ketahui di dalam dirimu sendiri. Kami datang ke planet ini untuk memicu bank ingatanmu, untuk memberikan inspirasi kepada ras manusia melalui pita cahaya sehingga kamu akan mulai mengingat siapa dirimu, untuk menciptakan realitas sendiri, dan untuk mengubah frekuensi planet ini dan menuntut hak kepemilikan atas diri dan atas teritorialmu ini.

Perencana Asli tentunya tidak ingin kehilangan wilayah kekuasaan mereka ini. Apakah kamu pikir mereka dengan mudah menyerah begitu saja? Para Perencana Asli ini mulai menghubungi Keluarga Cahaya untuk masuk dan menyusup ke dalam proyek itu, untuk lahir satu demi satu dan membawa cahaya lahir sebagai informasi melalui sinar kosmik kreatif ke tempat yang telah kehilangan cahaya ini. Keluarga Cahaya memulai pekerjaannya di sini, masuk ke dalam sebuah sistem yang sama sekali tanpa cahaya dan informasi. Dengan melakukan mutasi terhadap hukum manusia, sinar kosmik kreatif ini mulai menembus tubuh manusia, individu demi individu, kemudian kelompok demi kelompok. Frekuensi informasi ini telah disusupkan sedikit demi sedikit selama ribuan tahun ke planet ini. Berkali-kali, berlangsung pertempuran besar demi menyingkirkan cahaya atau informasi yang selalu mencari kesempatan untuk tampil. Para Perencana Asli mengetahui bahwa secara kosmik hal ini merupakan sebuah pelajaran bagi mereka dengan memungkinkannya terjadi, dengan memahami para tuhan pencipta yang telah merebut proyek mereka.

Perencana Asli mulai berencana menyusupkan versi rencana mereka sendiri agar bertepatan dengan waktu ketika frekuensi Bumi akan diubah, saat para pemilik bumi akan musnah jika mereka tidak mengubah frekuensi mereka sendiri. Emosi merupakan suatu sumber makanan.

Ada berbagai pihak yang sumber makanannya adalah kasih, dan Perencana Asli bermaksud hendak menggantikan frekuensi Bumi dengan frekuensi kasih. Sumber makanan para pemilik saat ini, yakni ketakutan, kecemasan, huru-hara, kelaparan dan kesedihan harus dilenyapkan.

Tebaklah siapa yang akan menghapuskan sumber makanan ini? Kamu sekalian!!

Yang menjadi tugasmu sebagai anggota Keluarga Cahaya bukanlah merekrut pengikut. Kamu hanya masuk ke dalam sistem dan bertindak sebagai wadah, kamu menerima sinar kosmik kreatif ke dalam tubuhmu, tubuh yang kamu masuki sebagai manusia. Kamu sedang dalam penyamaran sebagai manusia dan kamu membiarkan suatu proses berlangsung.

Kamu diprogram dengan kode, dan saat ingatanmu muncul, kamu akan merespons rencana yang menyertaimu datang ke sini untuk berpartisipasi mengubah frekuensi. Kamu akan mulai menampung, menyimpan dan memelihara frekuensi tertentu dan lalu menjalani hidup dengan frekuensi itu. Identitas sebagai frekuensi adalah penjumlahan total tubuh-tubuh fisik, mental, emosional dan spiritual yang memancar sebagai denyutan elektronik. Begitu kamu menjalani hidup dengan frekuensi itu. Kamu mempengaruhi setiap orang ke manapun pergi. Inilah yang sedang kamu kerjakan saat ini. Ada banyak di antara kamu yang telah memahami tugas mereka dan ada pula yang ingatannya baru-baru saja mulai aktif.

Ini rencana yang luar biasa besar. Dengan caranya sendiri Bumi membantu evolusi alam semesta. Bumi merupakan wahana yang menampung berlangsungnya berbagai hal, merupakan suatu pusat hunian yang penting. Di mana-mana Keluarga Cahaya mulai bersatu. Kamu sekalian harus berfokus pada kesamaan, bukan pada perbedaan yang kamu miliki. Sebagai anggota Keluarga Cahaya, kamu membawa informasi ke planet ini secara netral untuk menstimulasi pertumbuhan diri sendiri. Kamu perlu melakukan hal ini, sebab pertumbuhanmu mempengaruhi pertumbuhan planet ini.

DNA-mu akan berkembang dari dua untaian heliks menjadi dua belas untaian heliks. Kedua belas untaian heliks ini berhubungan dengan pusat-pusat energi atau cakra yang ada di dalam dan di luar tubuhmu. Berjuta darimu di planet ini pada saat ini sedang menjalankan tugas dan kamu telah setuju untuk membawa frekuensi tersebut dan merampungkan tugas ini. Beberapa gelintir darimu akan menjadi sakti dan yang sedikit ini akan mempengaruhi yang lain. Segera saja kamu akan mulai memiliki kejelasan mengenai siapa dirimu dan apa tugasmu.

Proses ini merupakan lompatan evolusi yang luar biasa bagi seseorang yang terlihat di dalamnya dan kejadiannya akan berlangsung pada jalur yang makin cepat selama dua puluh tahun ke depan. Ada sebagian yang telah menerima kembali dua belas DNA mereka, dua belas untaian heliks. Kedua belas spiral DNA ini berinteraksi satu sama lain di dalam dan di luar tubuh. Terhubungnya kedua belas DNA menandakan bahwa kedua belas energi atau dua belas pusat informasi mulai dapat berfungsi dan mengirim informasi ulang-alik satu sama lain.

Secara tradisional tujuh dari pusat ini berlokasi di dalam tubuh dan lima berlokasi di luar tubuh. Secara umum pusat-pusat energi ini disebut sebagai pusat cakra dan selaras dengan putaran dua belas benda langit yang bergetar, begitulah kamu mengenalnya di dalam dimensi tiga. Kedua belas benda langit ini berputar mengikuti sistem cakra yang memutar ke ujung luar alam semesta dan semuanya berputar mengikuti putaran DNA di dalam tubuhmu.

Pada saat DNA manusia mulai disusun kembali menjadi sistem 12 heliks dan informasi ini menjadi aktif, akan muncul kekuatan luar biasa. Dengan hanya berkumpul bersama dan bersama-sama meniatkan apa yang mereka inginkan, para individu yang bergabung menjadi penerima energi secara telepatik dari seluruh kosmos akan mengubah tampilan alam semesta.

Kami menyebut proses penyusunan kembali DNA-mu itu sebagai mutasi.

Sebagai anggota Keluarga Cahaya, begitu kamu mampu melakukan mutasi ini di dalam tubuh, maka kamu akan mampu menyatukan kedua belas pusat informasimu, kamu akan mulai memahami bahwa kamu menciptakan pengalaman sendiri, dan kamu mulai belajar menjadi pencipta yang sadar. Lebih jauh lagi, kamu menjadi para pengingat yang sadar mengenai siapa dirimu sesungguhnya.

Pada saat kesepuluh, kesebelas dan kedua belas cakramu mulai terbuka, banyak energi planet yang akan muncul dalam kehidupanmu. Energi ini akan berada di planet ini bila makin banyak saja darimu yang memiliki frekuensi yang makin tinggi. Cakra kesepuluh terhubung dengan sistem tata surya, kesebelas terhubung dengan galaksi dan kedua belas terhubung dengan suatu tempat di alam semesta. Begitu kamu memiliki frekuensi ini, kamu akan membawa informasi ke planet ini yang akan mencengangkan dan mengejutkan dunia.

Akan terjadi peleburan identitas, kebudayaan dan penyusupan berbagai “tata dunia baru” serta akan terjadi banyak kekacauan dan kebingungan. Sebagai anggota Keluarga Cahaya, kamu hanya dapat mengamati semua itu, mengetahui bahwa kekacauan dan kebingungan itu memang harus terjadi untuk mendobrak sistem yang telah ada sehingga ia dapat dibangun kembali dengan cahaya.

Sebagai anggota Keluarga Cahaya kamu akan memahami bahwa suatu proses evolusi yang dapat mengatasi perubahan frekuensi dengan cara apa pun akan menjalani evolusi.

Bumi merupakan tempat yang sangat menarik pada saat ini.

Siapakah Sesungguhnya Tuhan Manusia?

Ada banyak kekeliruan konsep seputar pemikiran tentang ketuhanan. Alam semesta ini penuh dengan makhluk cerdas yang sejalan dengan waktu telah mengalami kemajuan tinggi dan mengembangkan berbagai kemampuan dan fungsinya untuk memenuhi kebutuhan mengekspresikan diri secara kreatif. Hal penting di balik keberadaan dan kesadaran adalah kreativitas, dan kreativitas mewujud dalam berbagai bentuk.

Beribu-ribu tahun yang silam, Bumi tak lain hanyalah suatu pemikiran di dalam pemikiran para makhluk luar biasa yang telah menetapkan tugas bagi diri sendiri untuk menciptakan bentuk-bentuk keberadaan yang baru. Banyak dari makhluk ini yang mempengaruhi penciptaan alam semesta dan manusia menyebut mereka sebagai Tuhan. Dalam kenyataannya, mereka adalah energi-energi cahaya pembawa cahaya dari alam semesta raya yang telah terceraikan dari Pencipta Utama. Kami jarang menggunakan istilah Tuhan dengan huruf T besar. Jika harus menggunakannya hal ini merujuk pada entitas yang kami kenali sebagai Pencipta Utama. Pencipta Utama, dalam peleburan pribadinya lewat kasih, menganugerahi segala sesuatu dengan kesadaran. Segala sesuatunya adalah Pencipta Utama dalam proses penjelajahan-Nya.

Kami tidak pernah berada terlalu dekat dengan entitas Sang Pencipta Utama. Bahkan mereka yang getaran cahayanya tertinggi di antara kami pun tidak memiliki kapasitas pada tahapan evolusi kami saat ini untuk berdekatan dengan Sang Pencipta Utama. Kami tidak cukup siap untuk menerima entitas wujud tersebut. Pada suatu tahap dalam evolusi kami kelak, kami akan berhasrat untuk memperoleh penglihatan sekilas dan mungkin melebur dengan Pencipta Utama untuk beberapa saat.

Evolusi kesadaran dan kemampuan untuk menampung informasi adalah yang memungkinkan seseorang untuk mendekati Pencipta Utama. Banyak orang di Bumi merasa bahwa mereka telah menyatu dengan Tuhan, mereka mungkin menyatu dengan sebagian dari pencipta Utama yang paling sesuai dengan getaran mereka pada suatu waktu. Getaran Keseluruhan Pencipta Utama akan menghancurkan wadah fisik seketika, karena wadah fisik tidak mampu menampung informasi sebanyak itu. Mereka yang mewakili “Tuhan” bagimu tak lain hanyalah seper sekian bagian dari-Nya.

Bahkan, sang Pencipta Utama sendiri hanyalah sebagian dari sesuatu yang lebih besar. Pencipta Utama selalu menemukan bahwa ia merupakan seorang anak dari penciptaan lain dan bahwa ia selalu berada dalam proses kesadaran dan penemuan diri yang terus-menerus. Ingatlah bahwa kesadaran tidak pernah diciptakan, tetapi selalu ada. Kesadaran adalah suatu proses mengetahui dan pengetahuanmu merupakan tempat terdekat dengan Pencipta Utama. Bila kamu mempercayai apa yang kamu ketahui, maka kamu sedang mengaktifkan Tuhan di dalam diri.

Pada saat ini ada suatu kesadaran besar yang sedang bergerak melintasi planet ini berkenaan dengan sebesar apa dunia ini sebenarnya dan perihal siapa yang bertindak, sebagai apa dalam permainan bola dunia ini, bukan saja siapa yang menjabat apa di dalam permainan itu, tetapi siapakah yang menjabat apa dalam permainan tingkat kosmik ini.

Seperti halnya kamu memiliki hierarki di Bumi yang mungkin kamu sadari atau tidak sadari, demikian juga ada hierarki di kosmos. Kamu mungkin tinggal di dalam suatu wilayah dan tidak menyadari bahwa di sana ada suatu hierarki. Dengan cara yang sama dalam beberapa hal, Bumi lupa akan struktur birokrasi politik yang beroperasi di alam semesta raya.

Penting bagimu untuk memahami bahwa birokrasi atau hierarki tersebut memang ada, dan bahwa organisasi-organisasi ini memiliki penghayatan akan waktu yang berbeda daripada yang kamu miliki. Mereka tidak hidup di dalam struktur waktu yang kamu ketahui. Apa yang kamu pahami sebagai rentang waktu setahun mungkin bagi yang lain hanyalah beberapa saat dalam sehari. Jika kamu benar-benar dapat mulai memahami hal ini, kamu akan memahami mengapa planet ini seolah sendirian selama ribuan tahun. Saat ini mulai terjadi peningkatan aktivitas dari langit, dan kamu akan dihadapkan pada begitu banyak penyusupan baru ke dalam paradigma dan sistem keyakinanmu. Planet ini sedang berada dalam tahap kejutan budaya, suatu guncangan besar.

Kamu telah datang ke sini pada saat ini untuk tujuan tertentu. Para Tuhan Pencipta yang telah merancang ulang spesies manusia telah kembali. Beberapa di antara mereka telah berada di sini. Planet ini telah dikunjungi berkali-kali dan berbagai wujud manusia telah ditebarkan di sini melalui berbagai eksperimen. Berbagai peradaban sudah sejak lama ada di planet ini selama jutaan tahun yang muncul hilang tanpa meninggalkan jejak. Tiap peradaban ini dipengaruhi oleh apa yang kamu sebut sebagai Tuhan.

Sejarahmu telah dipengaruhi oleh sejumlah makhluk cahaya yang kamu sebut sebagai Tuhan. Di dalam Alkitab, banyak dari makhluk ini bergabung untuk mewakili satu makhluk, padahal mereka sama sekali bukan suatu makhluk, melainkan perpaduan berbagai energi makhluk cahaya luar angkasa yang memiliki kekuatan besar. Mereka sungguh merupakan energi menakjubkan jika dilihat dari perspektif kita dan mudah dipahami mengapa mereka diagungkan dan dipuja.

Tidak ada literatur di Bumi yang memberikan kepadamu gambaran sesungguhnya tentang makhluk-makhluk ini. Semua tuhan datang ke sini untuk belajar dan untuk meningkatkan perkembangan diri mereka sendiri melalui proses berkarya dengan kreativitas, kesadaran dan energi. Sebagian menjadi sangat berhasil dan menguasai apa yang mereka pelajari, sementara sebagian lain membuat kesalahan yang bersifat menghancurkan.

Siapakah tuhan-tuhan ini pada zaman purba? Mereka adalah makhluk-makhluk yang waktu itu mampu menggerakkan realitas dan menguasai berbagai spirit di alam agar taat pada kehendak mereka. Manusia sejak dulu kala selalu menyebut Tuhan kepada makhluk-makhluk yang dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh ras manusia.

Melalui kebudayaan kuno berbagai masyarakat, secara turun-temurun, makhluk-makhluk ini digambarkan sebagai makhluk-makhluk bersayap dan bola-bola cahaya. Dunia ini penuh dengan berbagai isyarat, petunjuk, tanda-tanda dan artefak mengenai siapakah yang pernah menjadi tuhan-tuhan manusia. Namun, mereka yang ingin memanipulasi manusia merangkai cerita mereka sendiri untuk menciptakan sebuah paradigma yang akan mengontrolmu. Kepadamu diajarkan bahwa makhluk ini memang benar-benar tuhan dan kamu diajari memuja, taat dan mengagungkannya. Paradigma ini sedang bergeser besar. Kebenaran akan segera muncul, kebenaran yang akan mengubah caramu memandang dunia secara keseluruhan. Sengsaralah mereka yang tidak bersedia melihatnya. Gema kejutannya akan mengguncangkan seluruh dunia.

Para tuhan pencipta yang telah memerintah planet ini memiliki kemampuan untuk mewujudkan diri secara fisik, meskipun kebanyakan mereka berada dalam dimensi-dimensi lain. Mereka membuat Bumi berada dalam getaran frekuensi tertentu sementara mereka menciptakan trauma emosional untuk membuat mereka tetap hidup. Ada beberapa makhluk yang menghargai kehidupan lebih daripada apa pun dan ada juga makhluk-makhluk yang tidak menghargai kehidupan dan tidak memahami hubungan mereka dengan kehidupan.

Kesadaran merupakan sumber kesadaran bagi kesadaran.

Sulit bagimu untuk memahami konsep ini karena kamu menghidupi diri dengan makanan manusia. Makanan bagi sebagian makhluk adalah kesadaran, semua makanan mengandung kesadaran pada derajat tertentu dalam perkembangan dirinya, apakah kamu menggoreng, merebus atau mengambilnya dari kebun, kamu mengonsumsinya demi memperoleh gizinya.

Emosimu merupakan makanan bagi yang lain. Bila kamu dikontrol untuk menimbulkan kekacauan dan huru-hara, kamu menciptakan getaran frekuensi yang menunjang keberadaan yang lain karena begitulah cara mereka memperoleh makanan bergizi.

Ada makhluk yang hidup dari getaran kasih, dan kelompok ini ingin memperbaiki makanan kasih di atas planet ini, mereka ingin mengubah alam semesta ini ke dalam frekuensi kasih sehingga cinta berpeluang untuk tersebar keluar dan tumbuh di berbagai dunia lain.

Kamu mewakili kelompok cahaya dan kamu telah setuju untuk kembali ke planet ini. Kini kamu sedang bertugas. Kamu telah masuk ke dalam tubuh fisik dan mengambil tubuh fisik itu dan melalui kekuatan identitas spiritual, kamu bermaksud mengubah tubuh fisik. Kamu sekalian telah dengan hati-hati melakukan seleksi garis genetika yang paling sesuai untuk memulai semua ini. Setiap orang di antara kamu sekalian telah memilih sejarah genetik melalui alur yang telah digariskan oleh Keluarga Cahaya.

Pada waktu makhluk manusia dahulu berada di alam yang tepat dan dapat memahami banyak realitas, mereka memiliki kemampuan untuk menjadi makhluk multidimensional, menyatu dan sejajar dengan para tuhan. Kini kamu mulai membangkitkan identitas ini di dalam diri. Kemudian datanglah para tuhan mengambil alih realitas ini. Agar kamu percaya bahwa mereka adalah Tuhan dengan T besar, mereka pun merancang ulangmu secara genetik.

Begitulah, sewaktu Keluarga Cahaya tercerai berai di planet ini, datanglah tim gelap yang hidup dari ketidaktahuan. Tubuhmu menyimpan suatu rasa takut, sementara ingatan untuk berjuang memperoleh pengetahuan yang sesungguhnya telah dicabut dari dirimu. Para tuhan melakukan hal ini adalah para makhluk luar angkasa yang hebat. Mereka dapat memanipulasi banyak hal dan menggarap realitas dengan berbagai cara. Manusia dalam ketidaktahuannya, mulai memanggil makhluk ini Tuhan dengan T besar.

Tuhan yang sesungguhnya tidak pernah mendatangi planet ini sebagai entitas. Tuhan yang sesungguhnya berada di dalam segala sesuatu. Kamu hanya dapat berhubungan dengan tuhan dengan t kecil yang berkeinginan untuk diagungkan dan membingungkanmu, dan yang menganggap Bumi sebagai sebuah kerajaan, sebuah tempat yang mereka kuasai nun di pinggiran galaksi alam semesta yang memberlakukan kehendak bebas.

Sebelum pengambilalihan itu, kamu dulunya memiliki kemampuan yang luar biasa. Contoh biogenetika asli menunjukkan informasi yang luar biasa, yakni multidimensional, dan dapat melakukan berbagai hal. Saat para tuhan ini mengambil alih, mereka mendapati bahwa spesies lokal tahu terlalu banyak. Spesies lokal dulunya memiliki kemampuan yang terlalu tinggi yang setara dengan mereka yang menganggap diri sebagai Tuhan.

Maka dilakukanlah manipulasi biogenetik dan terjadi kerusakan parah. Nun pada suatu masa, DNA-mu pernah utuh dan lengkap. Mirip sebuah perpustakaan yang canggih yang di dalamnya semua informasi memiliki katalog dan referensi dan kamu menemukan apa saja yang kamu inginkan saat itu juga. Pada saat terjadi perubahan biogenetik dengan tercabutnya data tersebut, kejadiannya ibarat ada seseorang yang menyembunyikan sistem referensi dan memindahkan sebuah buku dari raknya dan menumpuknya di lantai sehingga susunannya sudah tidak lagi beraturan. Begitulah kira-kira cara DNA mu tercerai berai dan terobrak-abrik oleh para pengambil alih planet ini dahulu.

Seluruh informasi genetik telah tercerai berai, tidak lagi beraturan, tetapi semuanya tertinggal di dalam sel-sel tubuh. Informasi sisa yang dapat kamu gunakan dan memungkinkanmu tetap berfungsi hanyalah untaian DNA heliks ganda. Banyak database sepanjang heliks ganda tersebut telah dimatikan, sehingga kamu berfungsi dengan cara yang amat terbatas, kamu menjadi begitu mudah dimanipulasi dan dikontrol oleh banyak aspek kesadaran yang menyatakan diri sebagai Tuhan dengan t besar.

Mereka merusak frekuensi informasi di dalam tubuh manusia,, mengubah DNA, dan menyisakan heliks ganda bagimu sehingga kamu tetap dalam ketidaktahuan. Frekuensi kemampuan mengakses yang menjadi milikmu dulu sudah dimatikan sehingga kamu tidak dapat memutar gelombang radio sendiri. Para tuhan pengambil alih ini mengubah DNA di dalam tubuh manusiamu yang merupakan intelegensi, cetak biru, dan kode dirimu. Jika suatu kode tidak memiliki ruang untuk beroperasi, ia tidak dapat memfungsikan diri atau menampilkan fungsinya. Jika kamu terkunci dalam sebuah bilik yang amat kecil dan tidak pernah diberi ruang untuk bertumbuh, kamu tidak akan pernah dapat menampilkan diri ke luar. Selama beberapa ribu tahun terakhir ini, kodemu ini telah dipaksakan masuk ke dalam DNA yang amat terbatas.

Salah satu hal yang paling menarik dengan berada di Bumi pada saat ini adalah bahwa kini ada suatu pengaturan dan perbaikan kembali dalam DNA-mu. Berbagai sinar kosmik sedang dipancarkan ke planet ini supaya suatu perubahan terkumandangkan dan terjadi suatu pengaturan kembali di dalam tubuhmu. Data yang tercerai berai yang berisikan riwayat kesadaran tentang Perpustakaan Hidup saat ini sedang tersusun kembali. DNA-mu kini sedang mengalami perbaikan dan perkembangan. Heliks untaian baru kini sedang dibentuk saat jalinan benang-benang cahaya yang diprogram dengan kode mulai serentak menyatukan diri. Kami berada di sini untuk mengamati proses di dalam dirimu, membantu dan sekaligus juga mengembangkan diri kami sendiri.

Saat penyatuan dan pengaturan ini terjadi kamu akan mengalami perkembangan sistem syaraf yang memungkinkan lebih banyak data memasuki kesadaranmu. Kamu akan membangkitkan banyak sel-sel otak yang selama ini tidak aktif dan kamu akan menggunakan fungsi tubuh fisik secara optimal yang sebelumnya hanya sebagian kecil saja yang kamu gunakan.

Setiap tempat di planet ini sedang dipengaruhi oleh perubahan ini, oleh kesadaran ini. Di antara kamu adalah para Penjaga Cahaya yang mendambakan dapat mengubah total realitas yang ada saat ini dan menawarkan berbagai pilihan, kini sedang menancapkan frekuensi. Jika frekuensi ini tidak ditanamkan dan dipahami, ia dapat menimbulkan kekacauan. Akan menimbulkan kekacauan. Itulah sebabnya kamu harus membumikan diri.

Kekacauan menghasilkan proses pengaturan-ulang jika digunakan secara tepat. Waktu berhenti berfungsi, dan energi menjadi semakin besar dan semakin besar. Kamu datang ke sini untuk menjadi yang pertama-tama menggunakan energi ini. Kamu akan membangun jalur-jalur kesadaran saat kamu menarik energi ke dalam tubuhmu yang akan membantu yang lain sehingga mereka tidak harus mengalami semua yang kamu alami.

Jalur-jalur kesadaran baru menciptakan realitas-realitas baru, pilihan-pilihan baru dan cara-cara baru menjalani hidup dan menjadi manusia baru. Itu sebabnya keruntuhan masyarakatmu adalah sesuatu yang tak terelakkan, masyarakatmu tidak membawa cahaya, tidak memiliki kemungkinan multidimensional, membuatmu menjadi terbatas dan kamu sudah lelah karenanya.

Barbara Marciniak
, Pleiadian Messages, Pesan-pesan Spiritual dari Pleiades
Diterjemahkan dari
Bringers of the Dawn
oleh The Lovers dan The Hermit