Tampilkan postingan dengan label Bapak in memoriam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bapak in memoriam. Tampilkan semua postingan

20 Mei 2011

Dear Bapak

Bapak membantu saya membuat Impian saya menjadi kenyataan…

Bapak tidak mencoba menjadi yang Terbaik tetapi ia selalu mencoba Melakukan dan memberikan yang Terbaik…

Bapak akan melupakan apa yang ia Inginkan agar ia bisa memberikan Apa yang saya butuhkan….

Bapak mengangkat beban berat di Bahu saya dengan merengkuhkan Tangannya disekeliling beban itu.

Bapak ingin anak-anaknya punya Lebih banyak kesempatan daripada Dirinya, menghadapi lebih sedikit Kesulitan, dan lebih tidak bergantung Pada siapapun…

Bapak lebih bangga pada prestasi saya Daripada prestasinya sendiri……

Jika saya gagal dan saya kecewa, Bapak bisa mengubah kekecewaan Menjadi penemuan dengan Membuka mata saya ke arah Yang baru dengan menasehati saya Untuk mencoba lagi tidak peduli Berapa kali itu harus dilakukan.

Bapak memaafkan kegagalan dan Kesalahan saya tapi tidak untuk Kesalahan dan kegagalan dirinya.

Bapak mungkin tidak tahu segala sesuatu Tapi ia membantu saya untuk Mencarinya…

Bapak akan berkata ‘tanya saja pada ibumu” Karena ia tidak ingin berkata “Tidak”.

Bapak di dapur dan membuat Memasak menjadi penjelajahan ilmiah.

Bapak sangat senang membantu orang Tapi ia sukar meminta bantuan.

Bapak itu murah hati, ia memakaikan Sweaternya pada saya agar tidak kedinginan… Ia membelikan makanan yang saya inginkan dan Menghabiskannya jika saya tidak suka..

Ia menghentikan apa saja yang dikerjakannya Kalau saya ingin bicara…

Bapak tidak akan memanjakan saya, Ketika saya sakit tapi ia tidak tidur Semalaman siapa tau saya memerlukannya…

Suatu hari… Bapak akan mengatakan Betapa rindunya ia pada saya ketika saya pergi jauh tetapi…… NYARIS TANPA KATA-KATA

Suatu hari… Saya akan jadi Bapak,

Dan saya ingin melakukan Yang terbaik pada anak-anak saya Seperti yang Bapak lakukan pada saya…

Terima kasih Bapak…..

02 Mei 2011

Dear Bapak...

Pa' …

Aku sangat tahu kalau bapak bukanlah seorang akademisi yang mampu menelurkan aneka teori soal mendidik anak. Aku sangat tahu, kalau dirimu tidak pernah merekayasa apapun dalam hidupku. Dan aku sangat tahu, bahwa semua yang bapak lakukan untukku, keluar dari lubuk hatimu yang paling dalam. Bagiku, itulah teori yang paling murni, yang lahir dari keluhuran budi dan ketulusan hati.

….

Benar kata orang, bahwa satu-satunya cara seorang lelaki mewujudkan rasa cintanya kepada anak-anaknya adalah dengan mencintai ibu mereka. bapak telah melakukannya, dan aku terinspirasi karenanya.

05 Januari 2011

Surat dari Bapak di Rumah Barunya

Apa kabar anakku
Doa kami semua, senantiasa engkau diberkahi limpahan kasih dan karunia dari yang Esa
Kami berharap engkau menjadi insan muda yang sehat, kuat dan bermartabat.
Saat ini mungkin engkau sedang capai, lelah dan penat.
setelah seharian bergelut dengan keinginan dan harapan.
beristirahatlah anakku walau sekejap
setelah itu bangkitlah kembali
songsonglah masa depan, karena itu milikmu
kami semua sadar
walau langkahmu kadang terseok sendat tapi tak pantang surut
dan kami semua ada disampingmu
untuk menyalakan api semangat
gelora cita-cita dan harapanmu
andai kami bisa memberimu lebih banyak tentu akan kami lakukan
sayangnya hanya doa dan rasa bangga, selebihnya
ada harapan di hati kami
marilah kita berjalan beriringan di jalan yang hanya setapak
sambil kita lantunkan tembang Asmarandana
mungkin besok kita temui jalan yang lebih besar. Amin
Sampai jumpa anakku
peluk cium untukmu.

Bapak